Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan para pedagang kaki lima (PKL) di beberapa pusat kuliner, harus memberikan pelayanan kepada pemudik secara baik.

“Seiring arus mudik ini, pasti banyak warga luar Semarang yang datang atau menyempatkan mampir, termasuk di kawasan Simpang Lima yang jadi ikon Kota Semarang,” ujarnya, di Semarang, Rabu. (21/6)

Di kawasan Simpang Lima, lanjutnya, terdapat pusat PKL kuliner yang akan menjadi jujukan para pemudik yang ingin menikmati kuliner khas Semarang, sambil menikmati suasana kota.

Dengan demikian, dia menambahkan kedatangan pemudik itu menjadi kesempatan yang baik untuk mengenalkan Semarang yang nyaman, enak kulinernya, dan sebagainya.

“Ayoo ..mari sambut dengan baik. Bagaimana menyambutnya bisa banyak cara, di antaranya menjaga kebersihan di lokasi berdagang. Kalau semua begitu, Simpang Lima kan selalu bersih,” tuturnya.

Menurutnya, faktor kebersihan, sudah menjadi komitmen Pemerintah Kota Semarang, terutama dengan adanya arus mudik yang memungkinkan banyak warga dari luar Semarang yang berkunjung.

Dia mengingatkan jangan sampai ada komplain atau keluhan dari pemudik mengenai kota yang kotor, atau saluran yang bau sehingga membuat mereka tidak nyaman menikmati Kota Semarang.

Selain itu, berikan harga makanan atau minuman yang wajar kepada pembeli, termasuk pemudik agar mereka tidak komplain atau kapok untuk berkunjung lagi di Semarang.

“Tidak boleh ada PKL yang ‘ngepruk’ harga atau menaikkan harga secara tidak wajar. Ini pastinya akan menjadi catatan yang jelek. Makanya, saya kumpulkan para PKL,” ujarnya.

Menaikkan harga saat menjelang Lebaran atau diistilahkan “mremo”, wajar saja dilakukan pedagang, tetapi sebaiknya kenaikan harganya wajar dan tidak memberatkan pembeli.

‘Mremo’ bolehlah, tetapi jangan ‘ngepruk’. Ya, mungkin kalau naiknya 10-20 persen bolehlah, masih dimaklumi, tetapi jangan sampai naik kok 300-500 persen,” tutur Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu.

Sebelumnya, DPRD Kota Semarang juga meminta PKL, khususnya kuliner untuk memasang daftar harga agar bisa menjadi patokan dan membuat banyak pilihan bagi pemudik untuk membeli.

“Silakan saja, ‘mremo’ mencari rezeki untuk Lebaran. Akan tetapi, yang wajar-wajar saja. Jangan sampai, harganya dinaikkan berkali-kali lipat,” ujar Anang Budi Utomo Anggota DPRD Kota Semarang.

159
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>