Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau amblesnya jalan di daerah Ngasinan, Kelurahan Srondol Kulon, Banyumanik Semarang, akibat terjadinya tanah bergerak.

Peninjauan itu dilakukan secara langsung oleh Walikota Semarang usai menyerahkan bantuan sembako dan menghadiri peresmian Kampung Pilah Sampah di Kelurahan Tinjomoyo, Kamis (30/70.

Bardasarkan informasi dari Ketua RT, RW hingga Lurah Srondol Kulon, Sri Rahayuningsih. amblesnya jalan itu disebabkan karena kontur tanah yang termasuk tanah gerak dan mulai ditindaklanjuti oleh Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan sebagai bentuk penanganan telah dibuatkan sudetan untuk air agar longsor tidak semakin bertambah. Kemudian BPBD membuatkan saluran air yang terbuat dari terpal untuk tempat air mengalir ke jurang sehingga tidak semakin ambles.

Selain peninjauan juga dilakukan diskusi dengan warga terdampak. Pada kesempatan tersebut, warga mengeluhkan tertutupnya akses jalan, khususnya warga RT 4.

“Saya hubungi dengan sambungan telepon dengan beberapa jajarannya di Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Semarang untuk segera menangani peristiwa itu,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu.

Hasilnya, Hendi menginstruksikan jajarannya untuk segera membantu pavingisasi dan pembangunan talud untuk jalan tembus sebagai penghubung RT 4 dan RT 3. Jalan tersebut sebagai akses sementara, karena perbaikan jalan utama yang ambles memerlukan biaya besar dan harus menunggu pembangunan anggaran 2021 mendatang.

“Kepada warga yang terkena dampak amblesnya tanah saya harapkan untuk bersabar. Karena anggaran 2020 sudah difokuskan untuk penanganan Covid-19. Perbaikan jalan baru bisa dilaksanakan tahun depan. Tapi tadi saya sudah instruksikan jajaran di Dinas Pekerjaan Umum dan juga Dinas Perumahan dan Permukiman untuk segera membuat jalan tembus sebagai akses warga,” tutur Hendi.

Jalan yang ambles merupakan akses penghubung RT 3 dengan RT 4 RW 10 Kelurahan Srondol Kulon. Sebelumnya, warga setempat telah memindahkan pipa saluran air yang terdapat pada jalan yang ambles tersebut untuk langsung dialirkan ke sungai.

Meski menutup akses keluar masuk wilayah RT 04, amblesnya jalan tidak sampai menimbulkan korban jiwa ataupun kerusakan pada rumah warga. (RS)

8
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>