Sebarkan berita ini:

adipuraSEMARANG [SemarangPedia] – Sebanyak 400 penyapu jalan di Semarang yang di kelola oleh pihak ketiga mendapatkan upah jauh dibawah Upah Minimum Kota (UMK) yakni sebesar Rp. 900 ribu per bulan atau hanya rat-rata Rp. 850 ribu per bulan.

Hal itu membuat Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi merasa prihatin, pasalnya upah penyapu jalan di Kota Semarang jauh di bawah UMK bahkan upah tertinggi penyapu jalan .

Dia mengatakan, bahwa UMK Kota Semarang sekarang ini Rp. 1,9 juta per bulannya. “Di RAB sudah jelas bahwa mempekerjakan yang berhubungan dengan Pemerintah Kota Semarang harus sesuai dengan UMK termasuk para penyapu jalan,” jelasnya seusai menjamu para penyapu jalan di Hall Balaikota Semarang, Senin (25/7).

Wali Kota akrab disapa Hendi, ini menjadi evaluasi bersama tidak hanya pihak ketiga yang mengelola para penyapu jalan. Bahkan Ia mengultimatum kepada pengusaha pihak ketiga agar segera menyesuaikan upah penyapu jalan setara UMK paling lambat dua bulan. Jika dalam waktu tersebut pihak ketiga tidak bisa menyesuaikan akan dilakukan pemutusan kontrak dan akan diambil alih langsung oleh Pemkot Semarang.

“Hal tersebut sudah saya komunikaskan kepada Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, asisten dan Wakil Wali Kota untuk segera dikumpulkan kasih, dengan batas waktu maksimal dua bulan, jika bisa mengikuti UMK akan kita pertahankan kalau tidak ya sudah putus kontrak saja,” katanya.

Meski demikian, Hendi menjelaskan, perlu ada koreksi ke dalam apakah komponen untuk para pengusaha pembersihan sudah ada manajemen fee untuk peralatan jangan sampai komponen itu masukan ke RAB kemudian mereka mengambil dari jasa para penyapu jalan.

Diwaktu yang sama, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki menyatakan upah penyapu sudah dianggarkan Pemkot Semarang sesuai dengan UMK mulai tahun 2016.

“Ada sekitar 25 kontraktor akan dievaluasi apakah sistem kontrak sudah betul apa tidak, apakah penganggaran sudah sempurna apa tidak seperti manajemen fee akan dievaluasi,” jelasnya.

130
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>