Sebarkan berita ini:

PELATIHANSEMARANG [SemarangPedia] – Profesi Hubungan Masyarakat (Humas) merupakan orang kedua dalam sebuah perusahaan swasta maupun pemerintahan, level seorang humas di lingkungan pemkab atau pemkot merupakan nomor dua setelah kepala daerah.

Hal itu di jelaskan oleh Hendro Basuki Pemimpin Redaksi Suara Merdeka pada Pelatihan Tata Kelola Managemen Kehumasan dan Teknis Jurnalistik SKPD Kehumasan Kabupaten Kota Se- Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh SM Institute sekaligus peluncuran SM Institute di Gombel Golf, Rabu (1/6).

“Dilingkungan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemerintahan Kabupaten serta Pemerintahan Kota bagian humas harus mengerti apa yang menjadi tugas – tugasnya secara detail pada masing-masing bidang, agar apa menjadi agenda kerja serta kegiatan yang akan dilakukan humas harus tahu duluan sebelum para pencari berita menanyakan hal itu,” ujarnya.

Pelatihan Tata Kelola Managemen Kehumasan dan Teknis Jurnalistik SKPD Kehumasan Kabupaten Kota Se- Jawa Tengah dibuka oleh Kepala Biro Humas Drs. Sinoeng Noegroho Rachmadi MM.

Idealnya, lanjut Hendro, kepala Humas di Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Kota sebelumnya sudah pernah magang di masing-masing SKPD. Tetapi sepertinya kesulitan dalam prakteknya karena terbentur dengan aturan.

“Seyogyanya humas lebih mengerti dan memahami situasi yang sedang terjadi dibanding dengan Kepala Daerahnya. Sebab bagian humas lah yang menjadi pusat informasi dalam lingkungan Pemkab atau Pemkot, adapun informasi yang disampaikan harus valid dengan data-data yang lengkap,” tuturnya.

Pasalnya, dia menambahkan humas harus mengerti apa yang menjadi keinginan dari kepala daerah agar apa yang menjadi rencana kerja pada saat menjabat semua dapat terealisasi. Bahkan guna menyamakan misi dengan kepala daerah, seorang humas idealnya bersama dengan kepala daerah 24 jam sehari agar memahami pola pikir pejabat itu.

Hendro Basuki memaparkan telah dibukanya kelas baru lembaga pendidikan yang dibandrol “SMInstitute” dengan membuka sembilan kelas yang masing – masing diajarkan oleh para tokoh – tokoh kenamaan Kota Semarang, di antaranya  kelas Hendro Basuki tentang Public Relation dengan Media Untuk Humas, kelas Prie GS tentang Public Speaking untuk CEO, Chairman dan Piliticians, kelas Soetomo tentang School Of Pothograpy untuk Executive, kelas Triyanto Triwikromo tentang Creative Writting untuk Semua Kalangan, kelas Putut Wahyu W tentang Creative Internal Magazine, kelas Ave Sanjaya tentang Charming is Everyday, kelas Vincent Lee tentang Well Groomed for Executive, kelas Anne Avantie kelas Wirausaha di Rumah.

242
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>