Sebarkan berita ini:
Guru Besar Antropologi King Fahd University Saudi Arabia, Prof Sumanto Al Qurtubi MA, Ph.D

SEMARANG[SemarangPedia] – Indonesia kebanjiran sampah ideologi radikalisme yang ditolak negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Guru besar antropologi King Fahd University Saudi Arabia, Prof Sumanto Al Qurtubi MA, Ph.D mengatakan proses pembersihan ideologi radikal oleh pemerintahan di negara-negara Timur Tengah hingga kini masih terus berlangsung.

“Sampah ideologi itu tertolak oleh sistem yang represif  di beberapa negara, namun terus  mengalir hingga menyusup ke Indonesia,” ujar Sumanto dalam Seminar Radikalisme & Kebudayaan yang diselenggaraka. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip Semarang di hotel MG Setos Semarang, Rabu (14/8).

Menurutnya, sebagai negara yang sedang mengembangkan demokrasi, Indonesia menjadi lahan yang subur dan ideal untuk pembiakan berbagai macam ideologi, dalam negara demokrasi nyaris tidak ada tindakan represif terhadap berbagai gerakan pemikiran dan paham.

Ideologi radikalisme, lanjutnya, berhasil menyusup ke Indonesia dengan menumpang gerakan reformasi dan demokratisasi.

Dia menambahkan akibat luberan sampah ideologi itu maka masyarakat Indonesia harus bekerja keras membentengi diri agar tidak terpapar ideologi radikalisme.

Kepribadian dan karakter bangsa yang kuat, tutur Sumanto, menjadi modal untuk menghadang gerakan dan menghalau ancaman radikalisme, termasuk radikalisme yang dikemas dalam balutan isu agama (Islam) maupun balutan sekulerisme.

Ketua program studi Antropologi FIB Undip Dr Amiruddin MA menuturkan bangsa Indonesia memiliki pengalaman masa lalu yang tangguh dalam memfilter berbagai paham yang masuk ke tengah-tengah masyarakat.

Budaya menjadi salah satu filter itu. Budaya kekerasan untuk melakukan perubahan sangat tidak dikenal di lingkungan masyarakat Indonesia. Ideologi radikalisme yang identik dengan kekerasan dengan sendirinya tertolak oleh masyarakat yang masih menghormati budaya-budaya lokal yang ada. (SMH/RS)

6
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>