Sebarkan berita ini:

15-trans-studioSEMARANG[SemarangPedia] – Impian warga Kota Semarang untuk memiliki tempat hiburan indoor, Trans Studio bakal gagal terwujud, menyusul investor yang semula akan merealisasikan pendirian Trans Studio telah membatalkan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan hasil negosiasi dengan investor untuk menyediakan berbagai lahan yang memadai dan cocok untuk lokasi gedung Trans Studio sudah diktawarkan. Namun, ternyata masih tidak sesuai dengan keinginan investor.

“Kami sudah coba tawarkan di Kawasan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kawasan Marina dan beberapa tempat lain. Namun, setelah melihatnya, investor tetap menilai lokasinya kurang tepat dan ingin mencari lokasi luar Kota Semarang,” ujarnya, Kamis. (15/9)

Dengan nada kecewa, Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang menjelaskan pihaknya sudah berusaha meyakinkan semaksimal mungkin, agar investor berminat membangun Trans Studio di Kota Semarang.

“Yah, mau bagaimana lagi kalau memang tidak cocok, meski sebelumnya sudah dilakukan penandatangan nota kesepahaaman (MoU) dengan pihak investor pada 5 Maret lalu yang berlaku dalam kurun waktu setahun,” tuturnya.

Sebelumnya, rencana pendiorian Wahana Hiburan Trans Studio di Kota Semarang yang akan direalisasikan  PT Trans Retail Property di Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dan Wonderia, namun dibatalkan dengan berbagai pertimbangan.

Menurut Kabag Kerjasama Setda Kota Semarang Hernowo Budi Luhur, MoU antara PT Trans Retail Property dengan Pemkot Semarang sudah habis masa berlakunya sejak 5 Maret 2016.

“Dalam MoU disebutkan  pihak investor akan melakukan Studi kelayakan tentang kawasan yang akan dijadikan Trans Studio, Namun, hingga habisnya masa nota kesepahaman itu, tidak kunjung terlihat realisasinya di lapangan,” tuturnya.

Kendala investor tidak dipungkiri juga  muncul penolakan keras dari masyarakat Kota Semarang yang tidak ingin Wahana permainan Trans Studio berada ditengah kota.

“Dengan batalnya investasi pembangunan wahana hiburan modern itu, impian  Pemkot Semarang dan masyarakat menjadi kandas,” ujarnya.

 

 

245
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>