Sebarkan berita ini:

18-guber-irwanSEMARANG[SemaranmgPedia] – Kalangan industri jamu diminta untuk lebih berinovasi melalui berbagai varian produk dengan menggandeng perguruan tinggi.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengataklan kalangan industri jamu di Jawa Tengah untuk menitikberatkan pada deversifikasi atau penganekaragaman produk.

Menurutnya, untuk mengeksplorasi bahan baku lain pelaku industri jamu perlu menjalin kerja sama dengan akademisi atau pihak perguruan tinggi untuk riset atau pengembangan produk dari bahan baku yang tersedia agar lebih bervariasi.

“Diversifikasi produk dan inovasi menjadi hal penting agar bisa masuk ke pasar modern. Industri jamu harus bangkit bisa lewat bekerjasama dengan perguruan tinggi farmasi untuk riset. Seperti misalnya membuat es krim jamu, atau ide-ide lainnya,” ujarnya  pada pembukaan Musyawarah Daerah dan Seminar Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia DPD Jateng 2016 di Hotel Grasia Semarang, Selasa (18/10)

Selain itu, lanjutnya, kepada Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga diminta mengurangi regulasi yang tidak diperlukan agar meringankan industri jamu lokal bisa tumbuh. Pelatihan dan pendampingan juga harus diberikan tujuan untuk memastikan kualitas produksi.

“Para pelaku industri jamu harus menjaga kualitas produksi. Selama ini kualitas masih menjadi masalah untuk industri jamu di Jawa Tengah. Jangan sampai malah dicampuri dengan bahan lain yang sifatnya mengandung kimia,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Semarang, Endang Pudjiwati mengatakan pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap industri jamu secara optimal sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, apabila ditemukan produk jamu positif mengandung bahan kimia segera diambil tindakan.

“Saat ini, sudah ada tiga kasus muncul pada bulan lalu di antaranya  di Sukoharjo dan Banyumas. Produk sudah diamankan, barang bukti ada dua truk lebih karena ada campuran obat. Saat ini berkas sudah diserahkan ke pengedilan, untuk kemudian disidangkan,” ujarnya.
BPOM, lanjutnya, telah melakukan penyuluhan kepada industri jamu dengan menggandeng pihak terkait di wilayah pantura timur seperti Jepara, Pati, Kudus, Grobogan dan wilayah barat meliputi Banyumas, Kebumen, Purbalingga dan lain-lain. (RS)

145
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>