Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Industri kreatif yang semakin tumbuh signifikan kini memiliki peranan penting dalam memberikan kontribusi perekonoman nasional, tidak hanya pada peningkatan nilai tambah, penyeraqpan tenaga kerja, penyumbang devisa melalui kegiatan ekspor, namun jumlah perusahaan juga terus meningkat.

Data Kementerian Perindustrian menyebutkan industri kreatif di Indonesia diperkirakan bakal tumbuh hingga mencapai 7% per tahun, sekaligus berkontribusi besar bagi perekonomian nasional.

Pada periode 2014 hingga 2015 nilai tambah dari sektor ekonomi kreatif diestimasi mencapai sebesar Rp111,1 triliun, hingga tercatat penyumbang nilai tambah tertinggi di antaranya subsektor mode dan kuliner.

Sedangkan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh subsektor kerajinan dengan laju pertumbuhan ekspor sebesar 11,81%, diikuti fesyen dengan pertumbuhan 7,12%, periklanan sebesar 6,02% dan arsitektur 5,59%.

Kondisi itu, menunjukkan peluang besar bagi perusahaan untuk ikut menggarap atau mengembangkan usaha pada sektor tersebut. Bahkan  JNE, sebagai perusahaan jasa kurir ekspres dan logistik yang telah menjalankan aktivitas bisnisnya selama hampir 28 tahun di Indonesia, siap mendukung potensi dan peluang dari industri kreatif yang sedang tumbuh pesat.

Dukungan it, mulai ditunjukkan dengan menggelar “KOPIWRITING” (talkshow interaktif) bersama Kompasiana yang mnegusung tema “Industri Kreatif di Era Digital” di Altitude Lounge, yang berlangsung, di Hotel Aston Inn Pandanaran, Semarang Rabu (29/8).

Industri kreatif  ke depan sangat diminati  masyarakat di antaranya batik yang terus berkembang di Semarang, handicrap yang tumbuh pesat di sentra produksi Jepara dan produk industri kreatif lainnya di berbagai daerah sentra produksi,

Irma Susanti pemilik Identix Batik menuturkan batik telah bertransformasi dalam berbagai bentuk produk yang mampu menyentuh beragam lapisan masyarakat dan tingkat usia. Sebagai hasil budaya asli Indonesia, batik perlu terus dikembangkan hingga sangat membutuhkan agility skill dan kemauan untuk melakukan transformasi bisnis dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Perkembangan dunia usaha di kalangan anak-anak muda saat ini sudah semestinya ada pergeseran. Kalangan anak muda jangan hanya sebagai konsumen, tapi mereka dituntut pula sebagai produsen dengan ide-ide kreatifnya harus bisa menghasilkan hal yang bermanfaat, tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

Apalagi zaman sekarang, dia menambahkan mencari pekerjaan itu sangat sulit. Bahkan, meski sudah bergelar sarjana atau magister sekali pun.\

Menurut Madiyo Sriyanto selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi akumandiri Jawa Tengah Periode 2015 – 2020, perkembangan industri kreatif tak luput dari dukungan industri logistik.

Mayland Hendar Prasetyo, Head of Marketing Communication JNE mengatakan JNE dan UKM adalah mitra, sehingga JNE concern dalam memberikan dukungan dengan semangat tagline Connecting Happiness.

Kopi Writing JNE 2018 diselenggarakan agar informasi tentang perkembangan industri kreatif di era digital yang sangat dinamis, dapat terus ter-update untuk seluruh pelakunya, terutama para UKM di Semarang.

Berbagai pendapadat dari narasumber yang dipublikasikan para peserta, termasuki kalangan jusnlais  diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat. Khususnya bagi para UKM, salah satu faktor penting untuk mendukung kemajuan bisnis adalah dengan memanfaatkan penggunaan fasilitas atau produk layanan JNE dengan jeli agar benefit yang didapatkan dapat semakin maksimal. (RS)

22
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>