Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Perusahaan inkubator bisnis yang meraih dana hibah sebagai Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) 2018 dari Kemenristekdikti, sebagian besar lemah dalam pemasaran.

Selama ini, para pelaku usaha baru yang bergerak di sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) masih terpaku pada pembuatan produk, sementara bagaimana memasarkannya justru tidak diprioritaskan secara matang.

Reviewer Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Endang S Sunaryo mengatakan secara produk mereka bagus karena dapat membuat terobosan dengan memanfaatkan teknologi, namun dari evaluasi selama ini sebagian besar tidak memiliki konsep bagaimana memasarkan produknya.

“Kelemahan dalam hal memikirkan jangka panjang pemasaran ini jika tidak diatasi akan membuat apa yang sudah dihasilkan tidak dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak. Padahal, seluruh PPBT yang lolos seleksi dan mendapat dana hibah ini merupakan inovasi baru dan dibutuhkan masyarakat,” ujarnya di sela-sela monitoring dan evaluasi awal PPBT dibawah bimbingan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPGRIS, di ruang VIP Balairung UPGRIS, Rabu (11/7).

Dalam kesempatan itu, tiga inkubator bisnis berbasis teknologi peraih hibah PPBT 2018 Kemenristekdikti memaparkan langkah-langkah awal yang sudah dilakukan selama empat bulan terakhir.

Ketiganya perusahaan pemula itu adalah Omset (Omah Setrum) Blora,  G-Lamp (Lampu Gravitasi) Yogyakarta dan Zakki (Zakat Kasih) Semarang. Sedangkan dari LPPM UPGRIS yang mendampingi Ketua LPPM UPGRIS  Suwarno Widodo dan Kepala Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi Achmad Buchori.

“Omset (Omah Setrum) Blora yang menggunakan kincir angin sangat ramah lingkungan dan banyak dibutuhkan oleh masyarakat yang kekurangan energi listrik,” tuturnya dengan didampingi Sari Maya dari  Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Kemenristekdikti.

Semestinya, dia menambahkan konsep pemasaran yang digunakan juga mengikuti perkembangan teknologi seperti media sosial. Namun, selama ini mereview, gagasan pemasaran seperti ini tidak ditemukan.

“Mestinya jemput bola, segala lini pemasaran dimasuki, tidak hanya menunggu pembeli datang,”’ ujarnya.

Ketua LPPM UPGRIS Suwarno Widodo menuturkan dari evaluasi sementara, beberapa hal yang menjadi catatan reviewer adalah persoalan teknis seperti pencatatan laporan keuangan hingga persyaratan legal formal seperti surat izin usaha dan NPWP.

“Ini wajar karena, dana hibah ini adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan, sehingga  para tenant akan terus kami beri pendampingan termasuk mengadakan pelatihan tentang pembuatan laporan keuangan,” tutur Suwarno yang baru dilantik sebagai Wakil Rektor IV UPGRIS.

Suwarno memaparkan jumlah penerima hibah inkubator bisnis tahun ini meningkat dari 2017.  Tahun lalu, ada dua inkubator dibawah LPPM UPGRIS yang meraih dana hibah di antaranya Power Stability sebagai Penyedia Listrik Cadangan Rumah Tinggal, Memanfaatkan Energi Matahari rancangan dan  Pengolahan Cangkang Rajungan Menjadi Kerupuk dengan Strategi Growth Hacking.

Kini dengan tiga inkubator bisnis, pihaknya berharap pada tahun mendatang dapat ditingkatkan, baik kuantitas, kualitas hingga dana hibah yang diperoleh.

“Dari 4.500 Perguruan Tinggi di Indonesia, ada 150 inkubator dan lolos seleksi 59, salah satunya UPGRIS, sehingga kita mendapatkan kepercayaan untuk mendampingi tenant dan diharapkan prestasi ini terus kita jaga dan semakin meningkat pada masa mendatang,” ujarnya.

Kepala Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi LPPM UPGRIS Achmad Buchori mengatakan dari ketiga tenant tersebut total dana hibah yang diperoleh mencapai Rp1,092 miliar, hingga diharapkan  bantuan hibah tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas bisnis yang tengah dirintis.

“Ke depan ada laporan periodik dari masing-masing tenant, dalam menggambarkan perkembangan usaha mereka. Kita juga akan dampingi sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai,” tutur Achmad.(RS)

 

13
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>