Sebarkan berita ini:

2-itaSEMARANG[SemarangPedia] – Aparat Kepolisian memastikan tidak ada pertistiwa bentrok fisik atau tawuran antara siswa SD Al Khotimah dan SD Pekunden Semarang yang menghebohkan beberapa waktu lalu, menyusul proses investigasi terhadap kasus dugaan tawuran anak-anak SD itu telah dilakukan.

Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu  mengatakan  kejadian tawuran siswa SD itu memang harus diklarifikasi, seiring dengan hasil investigasi yang dilakukan Polrestabes Semarang.

“Hasil investigasi memang tidak ada bentrok fisik, kepolisian pun memastikan tidak akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum. Parang yang ditemukan, diduga juga bukan milik salah satu siswa karena ternyata ditemukan disimpan di bawah tanaman di kawasan Taman Pandanaran,” ujarnya, Jumat. (2/12)

Ita panggilan akrab Hevearita G Rahayu menuturkan dari hasil penelurusan melalui CCTV baik di Taman Pandanaran maupun di gerai KFC dan sekitarnya diperoleh fakta adanya anak berusia sekitar 12 tahun yang membawa senjata tajam. Namun anak ini jelas bukan salah satu siswa SD yang hendak tawuran.

Dua anak yang ditangkap satpam, lanjutnya, telah mengaku lari dari kerumunan karena ketakutan, sehingga  kedua anak yang ditangkap tersebut juga dipastikan bukan calon pelaku penyerangan.

Proses investigasi kepolisian terhadap kasus dugaan tawuran anak-anak Sekolah Dasar (SD) Pekunden dan Al Khotimah yang sempat menghebohkan dunia pendidikan Kota Semarang telah memperoleh hasil an telah diketahui dugaan tawuran tersebut tidak terbukti.

Setelah dinyatakan tidak terbukti, kata Ita maka pembinaan para siswa saat ini kembali diserahkan kepada sekolah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan upaya mencegah tawuran tetap akan dilakukan dan pihaknya juga melibatkan baik sekolah, orang tua siswa, kepolisian dan psikolog.

”Kami akan menerjunkan psikolog karena di tingkat SD di seluruh Kota Semarang saat ini belum memiliki guru khusus, yang memberikan pembinaan atau guru Bimbingan Konseling,” ujarnya. (HN/RS)

109
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>