Sebarkan berita ini:

img_20161018_170819SEMARANG [SemarangPedia] – Setelah mendengar kisah dari seorang nenek sebatangkara bernama Sutikah, 66, warga RT 4 RW 3, Kelurahan Genuksari, Kota Semarang, setelah hampir 30 tahun terakhir rumahnya terkepung air rob.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu langsung menyambangi lokasi tersebut. Bahkan Ita, sapaan Hevearita, saat itu juga langsung memerintahkan dinas-dinas terkait mengatasi hal ini.

“Saya mendengar kisah nenek tersebut dari pemberitaan di media, melihat warga sangat kekurang saya langsung berkoordinasi sama lurah, camat, dan dinas terkait untuk mencari solusi bersama. Sementara nenek Sutikah beserta menantu dan cicitnya dievakuasi untuk tinggal di tempat milik kelurahan. Sembari menunggu rumahnya akan kami perbaiki,” ujar Ita.

Bukan hanya itu saja, lanjut Ita, pihaknya juga akan meninggikan akses jalan menuju rumah nenek tersebut agar bisa dilewati. “Dia soalnya enggak mau pindah di rumah susun. Maka rumahnya nanti kami perbaiki. Termasuk cicitnya itu harus sekolah. Saya suruh cek, ternyata dia juga belum terdaftar sebagai warga miskin. Dia harus masuk data warga miskin agar bisa menerima bantuan. Baik Raskin maupun Jamkesmas,” jelasnya.

Seluruh dinas yang terkait, kata Ita, baik RW, lurah, camat, dan Dinas Sosial Pemuda Dan Olahraga, PSDA, dinas pertamanan, Bina Marga, semuanya harus turun secara terintegrasi.

“Terkait hal ini sebagai pemangku kebijakan saya akan memerintahkan pendataan ulang warga miskin, kok bisa ada warga yang sudah puluhan tahun sampai ngak tersentuh program pemerintah sebagai warga miskin penerima bantuan. Semuanya harus turun tangan, jangan hanya enak-enakan duduk dikantor,” tegas Ita setalah melakukan evakuasi nenek Sutikah, Selasa (18/10).

Melihat kejadian tersebut Ita benar-benar geram, jika pejabat di level tengah atau dinas tidak mengetahui kondisi seperti ini. Kondisi yang memprihatinkan ini sangat kontras dengan hingar bingar di pusat kota. “Saya minta semua dinas, ini menjadi supervisi, bagaimana daerah seperti ini bisa mendapat perhatian. Jangan hanya duduk di kantor saja. Semua dinas harus bekerja secara terintegrasi,” pungkasnya.

53
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>