Sebarkan berita ini:

MADINAH -SAUDI ARABIA[SemarangPedia] – Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia (KSA) memberi layanan istimewa kepada jamaah haji Indonesia, sebagai bentuk apresiasi atas kedisplinan dan ketertibannya selama ini dalam menunaikan rukun Islam di tanah haram.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dalam siaran persnya mengatakan apresiasi itu ditunjukkan Pangeran Faisal bin Salman bin Abdul Aziz Sl-Saud pada saat menyambut kedatangan kloter jamaah haji Indonesia dari Embarkasi Pondok Gede (JKG 11) yang melewati jalur fast track  Sabtu siang  (14/7)  di Bandara Madinah.

“Alhamdulillah  meski jumlahnya terbesar namun jamaah haji Indonesia dikenal sebagai jamaah yang tertib, disiplin dan taat aturan, sehingga sangat membantu dalam menciptakan kelancaran penyelenggaraan haji yang nyaman sebagai realiasasi Visi Saudi 2030,” ujar Agus di Madinah Saudi Arabia, Selasa (16/7).

Menurutnya, dalam sejarah haji Indonesia, ini adalah pertama kalinya jamaah haji Indonesia disambut oleh seorang Putra Raja. Pangeran Faisal bin Salman adalah kakak dari Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman yang sangat dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sambutan istimewa ini, lanjutnya, menunjukkan betapa kuatnya hubungan bilateral kedua negara dalam poros SAUNESIA (Saudi Indonesia) yang berada dalam masa-masa keemasan.

Dia menambahkan, sikap KSA memberikan keistimewaan kepada Indonesia juga tidak bisa dipisahkan dari hubungan hangat antara Presiden Joko Widodo dan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Penyediaan fasilitas jalur fast track ini, tutur Agus,  adalah pengalaman untuk kedua kalinya bagi jamaah Indonesia karena Indonesia termasuk negara pertama kali yang mendapatkan “keistimewaan” ini pada tahun yang lalu bersama dengan Malaysia.

Tahun ini, menurutnya, KSA menambahkan tiga negara yang bisa menikmati pelayanan baru ini terdiri Pakistan, Bangladesh dan Tunisia dengan total sebanyak  225.000 jemaah.

Agus yang juga staf pengajar UIN Sunan Kalijaga sangat bersyukur atas kemudahan yang diberikan oleh pemerintah KSA kepadanya. Salah satu kemudahan itu adalah Dubes RI bisa berkomunikasi langsung dengan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Dalam komunikasi dengan Raja tersebut Dubes menyampaikan keinginan Presiden Joko Widodo untuk menambah kuota haji 29.000 menjadi 250.000 jamaah mengingat masa antri di Indonesia mencapai 30 tahun.

“Alhamdulillah tahun ini sudah ada penambahan 10.000 jamaah dan diharapkan tahun depan bisa menambah 19.000 lagi agar bisa mencapai 250.000 jam,” tuturnya.

Turut mendampingi Pangeran Faisal dalam acara penyambutan, Menteri Haji dan Umrah, Dr Muhammad Shalih Taher Bentin, Presiden General Authority of Civil Aviation (GACA) Abdul Hadi Al-Mansouri dan beberapa pejabat tinggi baik dari Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Dari perwakilan Pemerintah Republik Indonesia tampak hadir Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dan kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat. (SMH/RS)

3
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>