Sebarkan berita ini:

1-Gubernur terima menteriSEMARANG[SemarangPedia]- Jawa Tengah dipastikan akan dijadikan  role model pengembangan BUMDes oleh Kementerian Desa Tertinggal, sebagai upaya menyinergikan BUMDes dengan BUMN maupun pihak swasta.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Jateng mengatakan wilayahnya akan dijadikan  role model pengembangan BUMDes, yang rencana dilakukan oleh Kementerian Desa Tertinggal, untuk menyinergikan BUMDes dengan BUMN ataupun pihak swasta lain.

“Saya akan persiapkan semua jika Jateng bisa dijadikan tempat untuk melakukan role model (pengembangan BUMDes), sehingga bisa berjalan lancar seperti sebelumnya saat Koperasi Unit Desa (KUD) masih aktif, karena sekarang ini BUMDes sebenarnya sama dengan KUD,” ujarnya di Semarang saat  menerima Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Minggu malam. (31/7)

Dalam pertemuan itu, Ganjar menuturkan Jateng sangat konsern terhadap pembangunan perdesaan dengan membuka ruang dan peluang kerja sama dengan Perguruan Tinggi, baik negeri maupun Swasta sebagai ajang pelatihan leadership Mahasiswa, sekaligus menumbuhkan inovasi produktif masyarakat desa.

“Kami memiliki Program Pembangunan Desa  dengan konsep Desa Mandiri sebagai uji coba terhadap kemandirian Pangan dan Energi (bio gas & listrik), serta pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BumDes),” tuturnya.

Pemprov Jateng telah menggulirkan bantuan desa dengan Program Desa Berdikari, sesuai kondisi kemajuan Desa secara proporsional sebesar Rp40 juta untuk setiap Desa Maju dan senilai Rp 60 juta untuk Desa Setengah Maju serta sebesar Rp100juta untuk Desa Miskin yang diarahkan membangun infrastruktur, guna mendorong aktifitas ekonomi perdesaan.

Sementara itu, Menteri Eko Putro Sandjojo mengatakan arahan Presiden untuk Kementeriannya agar terus mengembangkan kreasi dan inovasi usaha ekonomi produktif di desa, seperti BumDes yang kan bekerja sama dengan Perbankan, BUMN dengan mendayagunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Presiden meminta itu desa bisa dikembangkan dengan mindset korporasi, tapi bukan mengorporasikan desa. Caranya ya dengan BUMDes ini,” ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan untuk segala permasalahan, koordinasinya di masing-masing daerah yang lebih mengtahui baik kepala daerahnya Bupati/Walikota maupun Gubernur. (RS)

112
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>