Sebarkan berita ini:

14-lahan Pertanian1SEMARANG[SemarangPedia]- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bersama Komando Daerah Militer (Kodim) dan seluruh pemerintah kabupaten/kota sepakat akan menambah luas lahan tanaman padi, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas padi di provinsi ini.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan kesepakatan itu, telah ditandai dengan Penandatanganan Nota kesepakatan, yang merupakan strategi memanfaatkan La Nina atau musim kemarau basah untuk meningkatkan produktivitas padi.

“Kita akan menambah luasan lahan dan kesepakatan sudah ditandatangani. Semua kabupaten/kota diminta komitmennya untuk teken kesepakatan bersama. Dengan luasan lahan tanam padi yang akan memanfaatkan kondisi cuaca yang disebut La Nina,” ujarnya seusai member sambutan Rapat Kooordinasi (Rakor) Pangan Peningkatan Luas Tambah Tanam dan Serap Gabah Provinsi Jateng di Wisma Perdamaian, Kamis (14/7).

Dalam rakor yang dibuka Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tersebut, juga dilakukan penandatanganan pernyataan kesanggupan Luas Tambah Tanam (LTT) oleh Dinas Pertanian Jateng, Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten/kota, serta Kodim se-Jateng.

Sinergi antara dinas pertanian dan TNI ini merupakan modal besar dalam rangka meningkatkan swasembada pangan dan ketahanan pangan Jateng.

LTT padi di Jateng pada musim La Nina ini sebanyak 845.000 hektare dan tersebar di 35 kabupaten/kota. Bahkan LTT tersebut bertambah 128.000 dari luas sebelumnya hanya 717.000 hektare. Dengan luas tanam itu diharapkan mampu memberikan keuntungan bagi petani di daerah serta masyarakat Jateng maupun luar daerah.

“Seperti sekarang ini, Bulog kelebihan stok dan telah meminta izin untuk mengirim beras ke Kalimantan. Inilah kontribusi Jateng terhadap nasional. Kalau kita ada kelebihan akan kirim ke luar daerah karena dari sisi produksi kita bagus,” tuturnya.

Di sisi lain, Ganjar menambahkan budidaya kedelai bagi petani tidak menarik, karena selain budidayanya rumit, harga jual komoditas bahan baku pembuatan tempe dan tahu itu lebih murah dari tanaman lain seperti jagung dan kacang hijau, sehingga harus mendapat perhatian khusus di antaranya pemberian subsidi.

“Di wilayah Grobogan beberapa waktu lalu, petani biasanya tanam kedelai, beralih tanam kacang hijau karena dinilai lebih menguntungkan, sehingga harus ada tindakan luar biasa salah satunya BUMN mengambil alih tanam kedelai,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, rakor diharapkan bisa memberi solusi terhadap percepatan luas tambah tanam untuk meningkatkan harga pembelian pemerintah (HPP) pada komersil gabah. Di samping itu, untuk menyerap hasil panen petani sebagai tambahan cadangan beras nasional.

“Kita nggak ada lagi cerita impor, stok kita sampai beberapa bulan ke depan masih sangat mencukupi karena produksi padi terus meningkat. Kami juga sampaikan bahwa impor turun 47%,” tuturnya.

 

71
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>