Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemprov Jateng bakal memberikan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan energi yang berasal dari biogas limbah kepada 26 pondok pesantren (Ponpes) yang tersebar di 12 Kabupaten di provinsi ini.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Sujarwanto mengatakan Jateng segera merealisasikan pemberian bantuan PLTS dan energi yang berasal dari limbah kepada sebanyak 26 Ponpes di Jateng.

Pemerintah, lanjutnya, benar-benar mendukung proyek ini dengan memberikan bantuan dari sumber APBN dan Jateng segera merealisasikan, bahkan saat ini sudah memasuki perencanaan yang juga melibatkan akademisi dari Universitas Diponegoro (Undip).

“Setiap proyek PLTS akan membutuhkan biaya sebesar Rp800 juta per unit dan pemberian diprioritas untuk Ponpses yang telah memiliki bangunan siap pasang, sedangkan untuk pembangkit listrik dari bahan baku biogas kompos limbah diprioritaskan bagi Ponpes yang memiliki sebanyak 1.000 santri lebih,” ujarnya usai mengisi acara  dialog dengan topik “Perempuan & Energi Bersih Inklusif,” yang diselenggarakan Trijaya FM Semarang di Hotel Noormans Semarang, Senin (26/8

Menurutnya, sebanyak 26 ponpes yang akan memperoleh bantuan energi terbarukan itu tersebar di 12 kanupten d antaranya Kabupaten Banjarnegara, Magelang, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Pati, Rembang dan lalinya.

Dari sebanyak 26 Ponpes itu, dia menambahkan tercatat 21 Ponpes di antaranya yang memperoleh bantuan proyek PLTS, sedangkan sisanya 5 Ponpes mendapatkan bantuan pembangkit listrik dari bahan baku gas kompos dari limbah ninjau.

Dia menuturkan untuk potensi energi terbarukan ini di Jateng cukup besar, bahkan dapat terlihat dari beberapa kantor dinas sudah menggunakan tenaga Surya.

Selain tenaga surya, tutur Sujarwanto, pemerintah juga telah memanfaatkan beberapa energi yang berasal dari limbah sampah seperti di Kabupaten Cilacap limbah ini diproduksi menjadi briket dan Kota Semarang diproduksi menjadi biogas.

Sujarwanto mengatakan untuk produki briket limbah di Cilacap sudah dapat dimanfaatkan oleh PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dengan kapasitas daya tampung sebanyak 150 ton sampah per hari.

Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia, sebelumnya bernama PT Holcim dan kini telah berhasil melakukan uji coba pengolahan sampah menjadi briket. Dari hasil trial briket yang dihasilkan dari sampah memiliki kualitas kapasitas 3000-4000 kalori dan dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti batu bara.

“SBI sudah melakukan trial dan hasilnya cukup bagus, dengan hasil uji coba briket ini memiliki kapasitas 3000-4000 kalori dan sangat cokok untuk kebnutuhan bahan bakar pabrik semen,” tuturnya.

Jika proyek ini berhasil bagus, lanjutnya, ke depan diharapkan Jateng akan mengembangkan lebih besar lagi. Bahkan menjadi peluang bagi PLTU di Jateng untuk menggunakan produk briket dari sampah ini, sehingga pengolahan sampah bisa lebih optimal. (RS)

19
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>