Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemprov Jateng bakal terus mendorong pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) hasil produksinya dapat bersertifikat halal, sebagai upaya untuk meningkatkan barang yang murni, bersih secara higienis, menyehatkan, baik (wholesome) atau tayyib dan dapat dibenarkan secara moral.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema Rahmawati mengatakan di Jateng hingga kini masih banyak pelaku UKM yang belum mempunyai sertifikat halal dan tercatat  hanya 494 UKM yang sudah bersetifikat halal dari total sebanyak kurang lebih 5,1 juta UKM

“Ke depan diharapkan UKM bersitifikat halal semakin bertambah an kita siap menfasilitasi sesuai undang-undang no 33, Tahun 2019 yang menargetkan produki UKM 100% halal, semua produk tahun depan sudah dapat bersertifikat halal,” ujarnya usai membuka Jambore Halal 2018 di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (5/6).

Menurut Ketua MUI Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji, dengan mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim sudah seharusnya pengenalan dan sertifikasi produk halal terus ditingkatkan. Bahkan saat ini di Jateng yang sudah bersertifikat halal relatif masih rendah hanya 5.000 produk, sehingga dengan adanya Jambore Halal ini bisa meningkatkan produk halal.

Santrenprenuer

Semetara itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jatenag juga bakal ikut mengembangkan program pemberdayaan ekonomi di kalangan santri. Kalangan santri dipilih karena dinilai pondok pesantren memiliki potensi dalam pembentukan karakter dan kemandirian yang bermanfaat bagi penguatan perekonomian.

Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Tengah, Ferry Firmawan mengatakan santrenpreneur ke depan diharapkan menjadi sarana untuk melahirkan enterpreneur yang berkarakter agamis dalam upaya mengatasi persoalan tenaga kerja.

Selain pesantren, lanjutnya, Hipmi juga berupaya untuk menciptakan iklim berwirausaha syariah dan menghimbau kepada para pelaku usaha dapat memiliki sertifikat halal pada produknya.

“Kita juga mengharapkan dari pemerintah dalam hal ini adalah lembaga pembiayaan agar dapat memberikan bantuan modal berdasarkan prinsip Islam kepada para pelaku UKM di Indonesia khususnya Jateng,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, BPD HIPMI Jateng juga melaunching program Santrenpreneur dengan mengusung tema HIPMI Goes to Pesantren.

“Pesantren punya potensi besar dalam upaya mencetak wirausahawan muda dari kalangan santri,” tutur Fery.

Menurutnya, Hipmi berkoitmehn akan membekali para santri agar jiwa wirausaha melekat pada dirinya bisa tumbuh dan berkembang lebih terarah terlebih jiwa santri sebenarnya telah mengalir spirit kemandirian dan kewirausahaan yang sejak dini selama mereka mengikuti proses pembelajaran di lembaga pondok pesantren.

“Kali ini HIPMI Jateng hadir untuk bertukar pengalaman tentang kewirausahaan dengan para santri di Jawa Tengah melalui program yang disebut dengan Santrenpreneur,” ujarnya.

Beberapa rangkain acara yang digelar HIPMI Jateng di arena Jambore Halal, di antaranya Forum Ketum BPC Hipmi se-Jateng, Talkshow Motivasi dan Kewirausahaan, Seminar Halal Goes to The World dan Expo Produk UMKM Halal. Selain Halal Jateng Award, untuk tiga peringkat terbaik, paling berkomitmen, dan loyal pada SOP dalam penjaminan sistem halal. (RS)

 

29
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>