Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemprov Jateng semakin serius dan gencar melakukan pemberantasan peredaran rokok ilegal di berbagai pasar, dengan memberikan bantuan operasional senilai Rp1,5 miliar kepada  Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jateng dan DIY.

Penyerahan bantuan dana hibah senilai itu dilakukan oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen kepada Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng dan DIY, Parjiya di Semarang, Senin (17/6).

Taj Yasin mengatakan Pemprov Jateng mengucurkan bantuan sebesar itu, untuk mendukung operasional pemberatasan peredaran rokok ilegal yang masih marak di berbagai daerah di provinsi ini.

Menurutnya, dengan adanya bantuan dana hibah ini diharapkan semakin gencar dan banyak kegiatan operasional pemberantasan rokok ilegal di Jateng, sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan cukai, sekaligus menekan peredaran rokok ilegal di berbagai pasar.

“Dana hibah ini dalam rangka menurunkan presentasi peredaran rokok ilegal, bahkan pada 2019 sesuai target Kementerian Keuangan telah mengalami penurunan sekitar 3%,” ujarnya.

Keberadaan Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia, lanjutnya, termasuk di Jateng sangat strategis.

Selain memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara melalui cukai dan pajak hasil tembakau, juga menyerap banyak tenaga kerja dari sektor hulu sampai hilir.

Banyak program pembangunan daerah, dia menambahkan seperti sektor kesehatan, pertanian, pengembangan industri dan lainnya dibiayai menggunakan dana dari hasil cukai dan pajak hasil tembakau.

“Kami mengharapkan dana hibah ini bisa digunakan dengan sebaik-baiknya untuk menunjang berbagai program DJBC Jateng dan DIY, terutama operasional penegakan hukum bidang cukai tembakau/rokok, khususnya pemberantasan peredaran rokok ilegal,” tutur Taj Yasin.

Berdasarkan data penerimaan pajak rokok di Jateng selama tiga tahun terakhir tercata pada 2016 mencapai senilai Rp1,8 triliun, mengalami peningkatan menjadi Rp2 triliun pada 2017, dan melonjak lagi menjadi Rp2,1 trilun pada 2018.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng dan DIY Parjiya menuturkan dana hibah dari Pemprov Jateng senilai Rp1,5 miliar digunakan seoptimal mungkin dalam rangka pemberantasan rokok ilegal.

Menurutnya, Kantor Wilayah DJBC Jateng dan DIY pada 2019 menjadi satu-satunya yang berhasil pemberantasan rokok ilegalnya terbesar di Indonesia.

“Per April 2019 kami mampu memberantas sebanyak 22 juta batang rokok ilegal yang beredar di Jateng dan DIY, serta luar pulau. Sedangkan Kanwil Bea Cukai daerah lain maksimal 8 juta batang rokok ilegal,” ujar Parjiya. (RS)

 

7
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>