Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Sejumlah investor Taiwan mulai berminat menginvestasi modalnya di Jateng  untuk pendirian industri, karena mereka menilai iklim provinsi ini sangat kondusif dan banyak memberikan kemudahan serta insentif bagi industri.

Presiden Taiwan External Trade Development Council (Taitra) Mr James CF Huang mengatakan salah satu daerah di Indonesia yang menjadi sasaran investasi kalangan pengusaha Taiwan adalah Jawa Tengah.

“Banyak calon investor yang berminat ingin berinvestasi ke Jawa Tengah, baik yang bergerak di sektor manufaktur, tekstil, makanan dan minuman serta lainnya,” ujarnya saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di rumah dinas Puri Gedeh, Rabu (25/9).

Selama ini, lanjutnya, sudah ada sejumlah investor yang menanamkan modalnya di Jawa Tengah. Namun, calon investor baru yang berminat akan menanamkan modalnya juga jauh lebih banyak,

“Untuk itu, kami datang ke Jateng sebagai follow up dari rencana investasi besar itu. Kami mengharap ada kerja sama yang baik antar kedua negara,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik rencana investor untuk masuk ke wilayahnya. Selama ini, Taiwan memang masuk dalam 10 besar negara dengan investasi terbanyak di Jateng dengan nilai investasi cukup besar.

“Kami melakukan penandatanganan  kerja sama dengan perusahaan asal Taiwan dengan nilai investasi sebesar US$170 juta. Bahkan sejumlah investor itu bakal membuka perusahaan di Kawasan Industri Kendal,” ujar Ganjar.

Menurutnya, situasi kondusif, keamanan, iklim investasi hingga ketersediaan lahan menjadi alasan Jateng diincar para investor. Pihaknya juga memberikan banyak insentif dan kemudahan agar para investor nyaman menanamkan modalnya di Jateng.

“Kami juga punya tenaga kerja yang handal, kami punya banyak sekolah kejuruan yang kurikulumnya bisa didesign sesuai keinginan industri. Itu merupakan langkah link and match antara sekolah dan industri yang memang kami impikan,” tuturnya.

Banyaknya investasi masuk di Jateng, tutur Ganjar, akan memberikan dampak cukup besar. Selain pertumbuhan ekonomi, investasi besar itu juga akan mampu menyelesaikan masalah kemiskinan dan pengangguran.

“Tentu akan berdampak pada pengangguran dan kemiskinan, karena setiap investasi pasti ada serapan tenaga kerja. Maka kami menawarkan dan siap membantu mencarikan tenaga kerjanya yang sesuai keinginan perusahaan,” ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Ratna Kawuri menuturkan Taiwan memang merupakan negara yang banyak berinvestasi di Jawa Tengah. Taiwan masuk dalam 10 besar investor asing di provinsi ini.

“Sejak 2015 lalu, total investasi dari Taiwan sebesar US$ 47,259 juta dan meningkat dengan penambahan investasi baru US$170 juta, tentu ini peluang. Mayortas perusahaan asal Taiwan bergerak di bidang tekstil, elektronik dan juga kesehatan,” tuturnya. (RS)

5
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>