Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Jateng memastikan persediaan bahan pangan untuk kebutuhan hingga Lebaran mendatang aman dan pengawasan akan ditingkatkan untuk mengendalikan harga di berbagai pasar tarsdisional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Agus Wariyanto mengatakan, ketahanan pangan di wilayahnya sangat mencukupi hinga Lebaran mendatang, karena didukung dari ketersediaan pangan, distribusi pangan dan keamanan pangan.

Mernurutnya,sebagai pilar penyangga pangan nasional, Jateng memproduksi minimal 16% beras. Sedangkan di bidang peternakan, per tahun provinsi ini menghasilkan 1,7 juta ekor sapi potong, 70.000 ekor di antaranya didistribusikan untuk pasar di Jabodetabek.

“Selain itu, Kabupaten Kendal yang menjadi pusat telur di Jateng mampu memroduksi hampir 25%, sehingga ketahanan pangan di Jateng aman,” ujarnya, Selasa (28/5).

Dia menuturan sayur mayur dan buah-buahan di provinsi ini juga surplus, meski komoditas bawang putih dan kedelai yang masih harus ditingkatkan. Namun secara umum terhitung aman menjelang Lebaran mendatang.

Agus mengatakan jika menjelang Lebaran cenderung terjadi peningkatan secara psikologis antara 5 – 10%. Namun kenaikan itu dianggap wajar, dan harga diprediksi relatif stabil hingga kurun waktu satu minggu setelah lebaran.

Namun semikian, lanjutnya, untuk mencegah lonjakan harga, pihaknya memiliki upaya untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus mengendalikan inflasi, di antaranya dengan program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) pada komoditas beras.

“Kami juga mempunyai hampir 800 toko tani, sehingga pada saat pengembangan itu masyarakat bisa mengakses pangan dengan beras segar. Berasnya juga cukup bagus, sekarang harganya sekitar Rp8.800 per kg, sedangkan harga di pasaran sudah mencapai Rp9.000 per kg,” tuturnya.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya masalah ketersediaan bahan pangan yang tercukupi, melainkan juga aspek-aspek ketahanan pangan lainnya, seperti keamanan pangan, di antaranya menyangkut residu pestisida, pengelolaan bahan tambahan makanan dengan baik agar tak menimbulkan ancaman bagi kesehatan.

“Aspek ketahanan pangan itu ada kaitannya juga dengan kesehatan, ketahanan pangan kaitannya dengan lingkungan, kemudian ketahanan pangan ini juga diharapkan juga untuk meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya. (RS)

18
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>