Sebarkan berita ini:

25-kapoldaSEMARANG[SemarangPedia] – Jawa Tengah mulai gencar ikut memberantas pungutan liar (pungli) di beberapa jajaran, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengisyaratkan sapu bersih operasi pungli dibeberapa sektor.

Di wilayah Jateng Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengawali melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi pelayanan kepolisian di Kota Semarang dengan mengunjungi tiga lokasi meliputi Samsat Semarang I Pedurungan, Pos Polisi Genuk, dan layanan SKCK Intelkam Polda Jateng.

Dalam sidak itu, belum terlihat adanya penemuan anggota yang tertangkap basah melakukan pungli. Bahkan Kapolda juga memasang spanduk bertuliskan Stop Pungli, Penerima dan Pemberi Sama Sama Melanggar Hukum.

Spanduk itu juga menampilkan nomor telpon pejabat kepolisian seperti Kapolrestabes Semarang, Kasat Lantas Polrestabes Semarang, Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, dan Direktur Intelkam Polda Jateng.

Condro mengatakan aparat kepolisian akan mendorong agar masyarakat ikut berpartisipasi melaporkan apabila menemukan adanya praktik pungli baik itu pada pelayanan Samsat.

“Beberapa unit layanan yang seperti layanan SKCK Intel Polda, Pos Polisi Genuk dan Samsat kita kunjungi,” ujarnya,Senin. (25/10)

Pengawasan pungli juga dilakukan di jajaran Pemprov Jateng dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK dan Kepolosian serta Kejaksaan.

Inspektur Inspoektorat Kunto Nugroho mengatakan untuk memberantas praktik pungli dilingkungan internal birokrasi membutuhkan keberanian, karena yang diawasi adalah rekan sesama Aparatur Sipil negara (ASN).

“Untuk menghindari adanya tindakan yang tidak professional, maka Pemprov telah menggandeng KPK untuk turut melakukan pengawasan dan pendampingan. Baik di internal  birokrasi, legislatif, maupun instansi vertikal lainnya,” tuturnya.

Bahkan, lanjutnya, Pemprov juga telah membentuk Tim Satgas seperti Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) melalui Perpres nomor 87 Tahun 2016 yang dibentuk pemerintah pusat.

Sementara Wali kota Semarang Hendrar Prihadi juga tidak ketinggalan melakukan sidak di tempat uji trayek dan KIR di Kantor Dishubkominfo Kota Semarang dengan menghampiri kerumunan supir yang tengah mengajukan izin trayek dan KIR.

Namun,  setelah dilakukan dialog ternyata tidak ditemukan adanya pungutan liar  maupun percaloan di Dishub.

“Saya mulai melakukan sidak, melihat apakah ada praktek pungli dalam perizinan trayek dan KIR. Setelah saya temui para pekerja dan masyarakat yang mengurus KIR dan izin trayek ternyata tidak ditemukan adanya pungli maupun calo,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu.

Dia meminta pelayanan petugas dalan hal perizinan dan pengujian agar bisa lebih cepat, termasuk waktu tunggu surat izinnya juga harus cepat jadi.

Kepala Seksi Keselamatan dan Teknik Sarana Dishubkominfo Kota Semarang, Mukindar mengatakan pengurusan uji KIR atau uji kelayakan bermotor serta izin trayek di Dishubkominfo Kota Semarang harus sesuai prosedur.

Mukindar menjamin jika di lokasi uji KIR dan Izin Trayek Dishubkominfo Kota Semarang tidak ada calo maupun pungli.

“Semua yang akan di uji kendaraan harus datang jika tidak petugas tidakl akan melayani dan sesuai prosedur telah ditetapkan. Untuk yang ingin izin trayek juga harus membawa izin dari perusahaan, sehingga dipastikan tidak akan ada calo maupun pungli,”  ujarnya.

135
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>