Sebarkan berita ini:

12-lahan-tidak-produktifSEMARANG[SemarangPedia] – Penggunaan tanah bandha desa yang tidak produktif untuk keperluan lahan investasi tidak bisa dilakukan, karena terkendala sejumlah aturan sehingga diharapkan menjadi bahan kajian.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengatakan banyak lahan bandha desa yang tidak produktif dan tidak subur bisa dimanfaatkan untuk lahan investasi.

Namun, lanjutnya, jika digunakan untuk lahan investasi akan menemui sejumlah kendala aturan yang sudah berlakukan.

“Di wilayah Jawa Tengah memiliki banyak tanah desa yang tidak subur. Namun, ketika akan ditukar guling dengan kebutuhan lahan investasi, aturannya tidak memungkinkan. Boleh kalau untuk kepentingan umum. Jalan tol misalnya. Tapi kalau minta untuk kepentingan investasi lain masih terkendala,” ujarnya saat memberi sambutan pada acara Pengarahan Menteri Dalam Negeri kepada Kepala SKPD, Camat. Kades/ Lurah se-Kabupaten Grobogan, di Pendapa Kabupaten Grobogan, Jumat (11/11).

Dia menambahkan seiring dengan semakin banyaknya investasi yang masuk dipastikan  membutuhkan lahan yang cukup luas.

”Kami mengharapkan permasalagan ini bisa menjadi bahan kajian, bagaimana penggnaan lahan itu atirannya bisa fleksibilitas, sehinga investasi bisa berjalan lebih atraktif,” tuturnya.

Jawa Tengah saat ini tengah gencar menarik investasi dan upaya itu sudah mulai membuahkan hasil. Bahkan, Jateng kini dikenal sebagai provinsi yang atraktif dalam menarik minat investor.

“Jateng sudah dilirik jadi provinsi atraktif dalam hal investasi. Selama ini Jateng mengejar ketinggalan dengan Jabar dan Jatim, hinga diharapkan saat ini Jateng jangan sampai tertingal,” ujarnya. (RS)

50
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>