Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemprov Jateng berhasil meraih penghargaan Bapeten Safety and Security Award (BSSA) 2018 dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sebagai wilayah yang menjamin keselamatan dan kesehatan serta melindungi lingkungan hidup dari bahaya radiasi zat radio aktif nuklir.

BAPETEN memberikan penganugerahan BSSA kepada pengguna sebanyak empat kali, sedangkan untuk kepala daerah baru kedua lai. Pada tahun ini, BAPETEN menganugerahkan BSSA kepada 311 instansi, yang terdiri atas 147 instansi medik dan 164 instansi penelitian serta industri.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Bapeten Abdul Qohhar mengatakan hasil ini menunjukkan peningkatan dari pencapaian tahun sebelumnya, yang hanya sebanyak 229 instansi, terdiri atas 87 instansi medik, dan 142 instansi penelitian dan industri.

“Pemprov Jateng merupakan salah satu daerah yang menerima BSSA pada tingkat provinsi terdiri Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi DIY, Provinsi Banten, Provinsi  Kepulauan Riau,  Provinsi  Riau dan Provinsi  Jawa Tengah,” ujarnya pada Acara Pemberian Penghargaan BSSA di Novotel, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Rabu (10/10).

Sementara Kepala Daerah yang menerima BSSA pada tingkat Kabupaten/Kota terdiri Kota Batam, Kabupaten Bekasi, Kota Jakarta Timur, Kabupaten Karawang  dan Kota Surabaya.

BSSA yang diberikan kepada instansi, lanjutnya, didasarkan pada hasil inspeksi, evaluasi terhadap dosis radiasi bagi pekerja radiasi, proses perizinan dan status kejadian kedaruratan nuklir di instansi tersebut.

Menurutnya, BSSA yang diberikan kepada kepala daerah didasarkan pada pertimbangan bahwa daerah tersebut memiliki populasi instansi penerima BSSA dalam jumlah yang signifikan.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng Teguh Dwi Paryono menuturkan penghargaan BSSA ini diterima oleh Pemprov Jateng untuk pertama kalinya.

“Kali pertama dan ini awal diselenggarakan di Jateng, hingga Bapeten menghargai Provinsi yang selama ini sudah bisa menjadi fasilitator,” tuturnya.

Jateng, dia menambahkan menerima penghargaan itu karena berhasil mengembangkan dan menjaga tenaga nuklir dalam bidang kesehatan, pertanian dan di bidang tambang.

Di bidang kesehatan, menurutnya, Pemprov Jateng sering menggunakannya untuk rumah sakit-rumah sakit seperti radiologi dan fisiografi. Kemudian di bidang pertanian, untuk melakukan pengembangan dan penilitian produk faritas unggul tiga kali lebih bagus dan di bidang pertambangan, diterapkan di pabrik semen Holcim di Cilacap. (RS)

6
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>