Sebarkan berita ini:

19-pungliSEMARANG[SemarangPedia] – Instruksi Presiden tentang revolusi Pungutan Liar (Pungli) segera ditindaklanjuti oleh sejumlah pemangku kepentingan Pemprov Jateng yang segera membentuk tim satuan tugas (satgas) Pemberantasan Pungli.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Pemprov sepakat untuk membentuk tim satgas praktek pungutan liar di wilayahnya untuk bekerja menyapu bersih oknum yang nekad melakukan pungli itu.

Menurutnya, saat ini sedang mempersiapkan draft yang akan digunakan untuk acuan tentang pemberantasan Pungutan Liar.

“Saat ini di tangan saya sudah ada draft, tinggal saya teken saja yang berkaitan dengan pembentukan tim, dan itu ada Gubernur, dan melibatkan para aparat penegak hukum di Jateng,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Unsur Penegak Hukum di Jawa Tengah yang diikuti dari Kejaksaan, Polda Jateng dan Kanwil Hukum dan Hak Asasi Manusia, di Gedung Gradhika Bakti Praja, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (19/10).

Selama ini, lanjutnya, belum ada persamaan persepsi antarinstansi pemerintah dan aparat penegak hukum pada pemberantasan pungli, sehinga masih perlu terus- menerus melakukan koordinasi hingga menghasilkan pendapat yang sama.

“Kalau persepsi sudah sama maka pungli tidak ada. Namun, jika belum sama persepsi banyak ditemukan  orang ‘ngurus’ SIM protes, KTP protes, sertifikat protes, bahkan di kantor Samsat ditemukan pungli, itu berarti kita belum sama kan?,” tuturnya.

Dia menilai respon cepat dari kepolisian menjadi awal untuk menyamakan persepsi bahwa di Provinsi Jateng harus bebas dari pungli dan semua pihak harus bergerak ikut berpartisipasi membersihkan pungli itu.

Dalam rakor, Ganjar juga menyampaikan pentingnya sinergitas fungsional di antara unsur-unsur penegakan hukum, seperti dari kepolisian dan kejaksaan, sehingga tercipta koordinasi terpadu yang lebih profesional. Tentunya dibutuhkan sistem agar hubungan antarinstansi tersebut dapat terjalin bagus.

“Saya mengharapkan dari rakor ini ada formulasi koordinasi penegakan hukum yang bisa diberikan tidak hanya kepada Jateng, namun juga bisa diaplikasikan ke daerah-daerah lain,” ujarnya. (RS)

131
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>