Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] – Jateng akan gelar deklarasi Gerakan Antinarkoba yang bakal diikuti sebanyak 2.000 personel dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan, pelajar dan mahasiswa, di halaman Kantor Gubernur, Semarang pada Kamis, 27/10.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan memimpin apel deklarasi yang diprakarsai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng itu.

Deklarasi itu digelar sebagai upaya untuk memwujudkan keterlibatan elemen masyarakat ikut berpartisipasi menggerakan anti narkoba, menyusul semakin merebaknya penyalahgunaan narkoba di wilayah Jateng.

Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji mengatakan MUI sudah beraudiensi dengan Gubernur Jateng dan beliau siap untuk menjadi inspektur apel deklarasi, sekaligus membacakan isi naskah deklarasi.

Menurutnya, gerakan antinarkoba Jateng, merupakan permasalahan yang penting dan mendesak, setelah jumlah prevalensi penyalahgunaan narkoba di provinsi ini terus merningkat hingga mencapai 1,96% atau setara 600.000 dari jumlah penduduk di Jateng.

Jumlah sebanyajk itu, lanjutnya, jika meningkat hingga ker level 2%, bisa jadi provinsi ini akan mendapat predikat sebagai provinsi darurat narkoba.

“Semua itu, tanggung jawab kita bersama untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba dan harus berusaha dapat ditekan. Bahkan gerakan antinarkoba bukan hanya tanggung jawab BNNP Jateng semata, namun, sudah menjadi tanggung jawab masyarakat semua,” ujarnya.

Terdapat tiga kegiatan besar, dia menambahkan pada gerakan antinarkoba itu, selain akan diawali halaqoh ulama membahas peran ulama dan ormas Islam dalam pemberantasan narkoba, yang digelar di Hotel Pandanaran, Semarang, Sabtu. (22/10), juga 100 ulama dan ormas Islamse-Jateng akan dilibatkan, serta apel deklarasi antinarkoba.

Dia menuturkan apel juga melibatkan Paskibra MTs Negeri 1 Semarang sebagai pembawa naskah deklarasi dan Paskibra SMA 15 Semarang sebagai petugas keseluruhan apel.

Paling unik, lanjutnya, rangkaian apel dilaksanakan dengan menggunakan bahasa Jawa, karena bertepatan hari Kamis, yang merupakan jadwal rutin PNS di jajaran Pempvrov mengunakan pakaian adat Jateng.

Usai deklarasi dilanjutkan penandatanganan naskah deklarasi oleh pimpinan elemen masyarakat, diawali oleh Gubernur, Forkompimda Jateng, Ketua DPRD Jateng, Kepala Kemenag Jateng, Ketum MUI Jateng, Kepala BNNP JatengBrigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo SH MH dan seterusnya.

“MUI Jateng mengharapkan kegiatan itu bisa dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota di Jateng dengan jadwal hari dan jam yang sama agar gaungnya bisa dirasakan masyarakat luas,” tuturnya.

Setelah itu, kata Darodji, berikutnya Jumat (28/10) akan digelar khutbah Jumatan seretak di seluruh masjid di Jateng dengan materi ajakan kepada masyarakat untuk mewaspadai bahaya narkoba yang mengorbankan tidak saja di kalangan remaja, tetapi meluas termasuk anak-anak tingkat SD hingga SMP.

173
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>