Sebarkan berita ini:

5-Gubernur GaramJEPARA[SemarangPedia] – Pemerintah Propinsi Jawa Tengah segara merealisasikan pendirian lima unit pabrik garam yodium berkualitas, sebagai upaya untuk memenuhi garam rakyat di berbagai pasar dan mensejahterakan para petani di sentra produksi garam di berbagai daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sebanyak lima pabrik garam segera dibangun di pantura Jateng dengan pilihan lokasi di antaranya di Kabupaten Jepara, Rembang maupun Pati, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pasar garam rakyat yang berkualitas.

Langkah pendirian pabrik garam itu, lanjutnya, selain potensi garam di sejumlah wilayah pantura Jawa Tengah sangat besar,  juga belum mampu diproduksi secara optimal, hingga belum bisa untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional di beragai daerah.

“Jateng segera dirikan pabrik garam itu, bahkan untuk lima unit pabrik dibangun untuk percontohan produksi garam berkualitas,” ujarnya dalam rilis saat memberi sambutan di sela-sela kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Senin (5/9).

Dia menuturkan untuk merealisasikan pendirian pabrik garam ‘berkelas’ itu, Pemprov Jateng telah menggandeng sejumlah pakar yang berkompeten di bidang budidaya kelautan dan pengolahan garam. Mereka telah membahas mengenai kemungkinan budidaya garam berkualitas, segera ditindaklanjuti dengan kerja sama riil.

“Pada Hari Teknologi Nasional di Solo beberapa waktu lalu, saya bertemu beberapa profesor yang ahli garam dan kami sudah sepakat bekerja sama. Kalau Jepara butuh akan saya arahkan agar pabrik bisa didirikan di Jepara. Namun, perlu perssiapkan juga dari Pemda setempat, yang sempat garam produk daerahnya menjadi juara satu. Tidak perlu impor garam, kan bisa produksi sendiri,” tuturnya.

Saat ini, dia menambahkan harga garam tradisional produk petani di pesisir Jepara masih jauh dari yang diharapkan petani hanya berkisar Rp300 – Rp 400 per kilogram. Dengan adanya pabrik garam berteknologi, diharapkan kualitas garam lebih meningkat, sehingga harga garam di tingkat petani menjadi naik 200% mencapai Rp600 – Rp 700 per kilogram.

“Dengan kehadiran Ibu Susi Menteri Kelautan dan Perikanan di Jepara bisa ikut membantu petani garam dan kita juga yang kompak. Bagaimana kelembagaannya, apakah koperasi atau kelompok. Bagaimana cara membiayai, bisa diberikan akses kepada perbakankan,” ujarnya. (RS)

139
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>