Sebarkan berita ini:

26-Pembuatan poskoSEMARANG[SemarangPedia]-  Sebanyak 3.000 lebih posko Lebaran mulai disiapkan di jalur-jalur utama, alternatif dan lokasi keramaian di berbagai daerah di Jateng, sebagai upaya memberikan pelayanan kepada pemudik.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Darat Dinhubkominfo Jateng Untung Sirinanto mengatakan posko Lebaran sebanyak itu, akan ditempatkan di terminal, bandara, stasiun dan tempat wisata, serta di kawasan keramaian.

Posko mudik itu, lanjutnya, selain milik Dinas Perhubungan juga ada dari TNI/Polri, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI) serta dari sejumlah instansi swasta dari berbagai perusahaa makanan dan minuman serta perusahaan otomotif.

Menurutnya, akan disediakan juga posko komando sebagai pengatur semua posko mudik yang didirikan Pemprov Jateng, untuk memantau kelancaran arus kendaraan yang masuk di wilayah Jawa Tengah.

Lebaran tahun ini diprediksi jumlah pemudik yang melintas di wilayah Jawa Tengan mencapai 6,6 juta orang, mengalami kenaikan 5% atau 300.000 pemudik, jika dibandingkan pada Lebaran 2015. Peningkatan jumlah pemudik diprediksikan karena bersamaan dengan musim libur sekolah.

Pembuatan pos pemantauan pengamanan serta pos pelayanan mudik-balik Idul Fitri 2016 di wilayah hukum Polres Semarang kini terus dikebut dan ditargetkan 11 pos pengamanan dan satu pos pelayanan sudah selesai sebelum Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadaniah 2016, Kamis (30/6).

“Paling tidak kita targetkan pembuatan pos sudah selesai sebelum 29 Juni 2016,” ujar Kapolres Semarang, AKBP Vincentius Thirdy Hadmiarso melalui Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Dwi Nugroho.

Pada pos pelayanan yang ditempatkan di sisi kiri simpang pintu keluar tol Bawen, akan dilengkapi sarana dan prasarana layaknya Traffic Management Center (TMC), termasuk peta rawan macet, peta rawan kecelakaan, hingga layar pantau CCTV.

“Kalau sebelumnya ada 15 titik, sekarang ada pantauan 20 titik CCTV dan disiapkan juga ruang paparan, kesehatan, dan ruang istirahat bagi pemudik,” tuturnya.

Namun demikian, dia menambahkan belum dibutuhkan sekarang, tetapi Sat Lantas Polres Semarang tetap menyiagakan sarana tenda pleton yang bisa dipasang sewaktu-waktu untuk pelayanan kepada pemudik.

Selain, persiapan sarana prasarana, pihaknya saat ini masih terus berupaya mengkaji penekanan cara bertindak (CB) di lapangan bila terjadi kemacetan maupun kejadian menonjol lainnya.

Pada prinsipnya, Kasat Lantas mengatakan seluruh jalan nasional, alternatif, dan tol di Kabupaten Semarang dipastikan aman dari bencana alam. Sesuai ketentuan, truk angkutan berat kecuali pengangkut bahan bakar minyak dan sembako tidak diperbolehkan jalan mulai H-5 sampai H+3 Idul Fitri 2016.

127
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>