Sebarkan berita ini:
Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Jateng Sakina Rosellasari

SEMARANG[SemarangPedia] – Jawa Tengah mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan dunia industri yang lebih kompetitif, menyusul segera dibangun sejumlah kawasan industri di pantura.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Jateng Sakina Rosellasari mengatakan pihaknya telah menyiapkan SDM yang kompeten di berbagai bidang keahlian yang selama ini diberikan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BKL) di sejumlah daerah.

Bahkan, lanjutnya, Disnakertrans Jateng juga membuka pintu untuk perusahaan yang berminat berkolaborasi, terutama industri yang padat karya, mengingat tenaga kerja kompeten yang disiapkan khususnya generasi muda yang siap menghadapi daya saing di era industri 4.0 cukup banyak jumlahnya.

“Perkembangan industri selangkah lebih maju, dan kita harus mengikutinya termasuk dengan terus memperbarui (Update) untuk mencetak tenaga kerja kompeten yang siap pakai,” ujarnya seusai diskusi prime topik yang mengangkat tema Manakar Peluang Berkeja Di Mancanegara yang digelar di Hotel Noormans Semarang, Jumat, (23/10).

Selain Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Jateng Sakina Rosellasari, Diskusi itu juga menghadirkan nara sumber Anggota Komisi E DPRD Jateng Endro Dwi Cahyo dan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia  (BP2MI) Jateng AB Rachman.

Menurut Sakina, Disnakertrans Jateng juga telah bersinergi dengan sejumlah industri, termasuk Kawasan Industri Brebes dan Kawasan Industri Terpatu Batang. Bahkan sejumlah BLK Jateng juga telah direvitalisasi khususnya BLK di Brebes dan Batang.

Pelatihan tenaga kerja terampil di BLK, tutur Sakina, ke depan akan berbasis kompetensi yang benar-benar mengacu pada standar kompetensi kerja dan kebutuhan SDM dari perusahaan pengguna.

“Kami telah memperoleh dukungan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) untuk meningkatkan potensi BLK, di antaranya prasarana dan sarana, sebagai upaya untuk dapat mencetak tenaga kerja generasi muda yang siap menghadapi daya saing di era industri 4.0,” tuturnya.

Pembangunan dua kawasan industri (KI) di Jateng bakal dipercepat, sebagai upaya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% yang bisa teruwud pada 2023.

Dua kawasan industri itu, meliputi Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Brebes (KIB) yang telah memiliki konsep pembangunan kawasan industri modern untuk menyosong pertumbuhan industri di masa datang.

Pembangunan KI tersebut ke depan juga diharapkan mampu menjadikan Jawa Tengah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Sementara itu, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Jateng AB Rachman menuturkan sejumlah daerah di wilayah Jawa Tengah saat ini miliki potensi besar untuk menarik investor, hingga diharapkan sejumlah pendirian industri baru yang padat karya mampu menyerap tenaga kerja dengan jumlah besar.

Menurutnya, wilayah Jateng memiliki tenaga kerja yang komperatif,  sangat berpotensi dapat terserap pada sejummlah industri baru maupun perluasan pabrik.

“SDM kompeten yang telah disiapkan di sejumlah BLK di Jateng itu diharapkan mampu terserap di dunia industri. Kita perlu output yang benar-benar nyata, bukan hanya proses dan konsep untuk persiapan mencetak tenaga kerja,” ujarnya

Jateng dipastikan tetap menjadi pasar potensial untuk menarik investor di sektor industri, setelah Jabotabek dan Jabar mulai padat serta ada kecenderungan merealisasi usahanya ke timur.

Tanda-tanda akan terjadi limpahan investasi dari barat, kini makin kuat dirasakan oleh para penyedia lahan industri di wilayah ini yang diawali oleh permintaan lahan dari berbagai calon investor yang terus mengalir. (RS)

9
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>