Sebarkan berita ini:

21-jipsSEMARANG: PT Mugan Indonesia (Mugan Group) melalui anak perusahaannya PT Jatengland  mulai membangun kawasan industri seluas 300 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp8 triliun, yang direalisasikan secara bertahap di kawasan Pantura Jateng hingga diproyeksikan rampung pada 2030.

Kawasan Industri yang diberi nama Jatengland Industri Park Sayung (JIPS) mulai dibangun di Desa Batu, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, dan akan dilengkapi berbagai fasilitas, selain mall, hotel, pertokoan, apartemen, tempat hunian pekerja juga klaster.

Chief Operator Officer PT Jatengland Setyo Adi Paminto mengatakan pembangunan kawasan industri JIPS itu direalisasisakian secara bertahap dan pada tahap pertama kini mulai disiapkan areal seluas 110 hektare yang dijadwalkan rampung pada 2020.

Pada tahap kedua, dia menambahkan dilanjutkan perluasahan areal 100 hektare hingga diproyeksikan rampung pada 2025, disusul sisanya tahap berikutnya ketiga seluas 90 hektare yang dijadwalkan rampung pada 2030 hingga total mencapai 300 hektare.

“Lahan untuk pendirian pabrik di kawasan JIPS disediakan setiap kavling dengan luas mulai 5 ha hingga 10 ha, sedangkan lahan untuk permintaan klaster baik kelompok industri komponen pendukung maupun permintaan negara minimum 50 hektare, selain juga disediakan lahan untuk pembangunan gudang,” ujarnya, di Semarang, Rabu.(21/9)

Menurutnya, lahan yang berlokasi paling depan di kawasn JIPS disiapkan seluas 6 hektare diperuntukan untuk pembangunan mall, hotel, apartemen, pertokoan dan sejenisnya dengan jalan utama betonisasi selebar 24 meter, sedangkan jalan sekunder selebar 8 meter.

Infrastruktur vital, lanjutnya, untuk mendukung aktivitas industri di kawasan JIPS juga dijamin tidak ada persoalan, mengingat kini telah dipersiapkan jaringan pipa PDAM, Listrik PLN pada tahap awal dengan kapasitas daya 20 MW dan jaringan Telekomunikasi PT Telkom.

Hingga saat ini industri yang siap beroperasi di kawasan JIPS terdapat tiga perusahaan besar dengan memanfaatkan lahan seluas 15 hektare,  terdiri perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan dua PMA dari Malaysia dan China.

Ketiga industri itu, masing-masing bergerak selain sebagai distributor pipa baja, pengolahan pipa, pabrik pipa plastik dan segera menyusul sejumlah perusahaan dari Jepang dan China serta perusahaan asing lainnya yang sebelumnya telah melakukan peninjuaan ke JIPS beberapa waktu lalu.

21-jatenglandAdi mengatakan lokasi JIPS sangat stretegis arah ke timur dari Semarang dan hanya 14,5 Km akses jarak tempuh ke Pelabuhan Tanjung Emas. Kondisi itu, dipastikan bakal diminati kalangan investor.

Belakangan ini pertumbuhan bisnis kawasan industri (KI) di Jateng diprediksikan mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan, seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur yang memadai, termasuk ruas tol Batang-Semarang, Semarang-Solo dan Semarang Demak akan dipercepat.

Adi menuturkan pembangunan infrastruktur terutama di pantura Jawa kini menjadi faktor pendukung mobilitas pergerakan arus barang, pertumbuhan industri dan peningkatan pelayanan sektor strategis khususnya pemberdayaan ekonomi rakyat

“Selain itu diharapkan mampu memperlancar hubungan antar wilayah, sehingga pembangunan infrastruktur dapat dirasakan investor maupun masyarakat, karena dapat memanfatkan jaringan transportasi baik darat maupun laut,” tuturnya.

Saat ini Jateng memiliki 14 perusahaan KI yang tersebar di berbagai daerah dengan total areal lahan yang siap dikembangkan seluas 3.000 hektare lebih dan sebanyak 13 KI di antaranya berlokasi di kawaswan Pantura Semarang dan sekitarnya.

Dari Kawasan Industri sebanyak itu, hampir sebagian besar lokasinya terdapat di kawasan Pantura Semarang bagian timur mulai Kaligawe hingga perbatasan kabupaten Demak, bahkan kini tumbuh menjadi sentra kawasan industri terbesar di Jateng, setelah kawasan industri Semarang Barat hingga Kabupaten Kendal dan kawasan Industri Bawen Kabupaten Semarang.

Hasil survei Komite Pemantau Pelaksana Otonomi Daerah (KPPOD) menempatkan Ibu Kota Jateng itu pada peringkat pertama dari 134 daerah di Indonesia sebagai wilayah yang paling memiliki daya tarik investasi.

Tidak mengherankan jika Badan Penanaman Modal (BPM) Jateng segera mengungkapkan, lima kawasan industri baru akan segera dibangun di pantura. Belum lagi kawasan industri baru di kota-kota lain di Jateng yang sudah dalam proses penyelesaian izin dan tahun ini segera dibangun.

Keadaan itu. sinyal positif yang harus ditangkap oleh para pengelola kawasan industri. Mereka harus bersiap menghadapi investor yang mengincar dan bakal berbondong-bondong masuk  Semarang dan sekitarnya terutama di kawasan Pantura.

21-masterplant-jipsWakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengatakan sejumlah daerah di kawasan pantura Jateng memiliki peluang besar untuk menarik investor lokal maupun asing, selain lahannya cukup luas, juga infrastruktur cukup mamadai.

Menurutnya, wilayah pantura yang memiliki sumber daya alam dan tenaga kerja yang komperatif,  sangat berpotensi menjadi kawasan favorit bagi investor, untuk mengembangkan usahanya baik pendirian industri baru maupun perluasan pabrik.

Kawasan pantura dinilai lebih strategis untuk pengembangan kawasan industri, mengingat infrastruktur di sepanjang wilayah itu lebih mendukung dan bakal memadai setelah pembangunan tol trans Jawa segera rampung.

Apalagi jalur transportasi baik darat maupun laut merupakan lintasan arus dari Jabar dan DKI Jakarta menuju ke Surabaya dan selanjutnya ke Indonesia timur.

Jateng dipastikan tetap menjadi pasar potensial untuk menarik investor di sektor industri, setelah Jabotabek dan Jabar mulai padat serta ada kecenderungan merealisasi usahanya ke timur.

Tanda-tanda akan terjadi limpahan investasi dari barat, kini makin kuat dirasakan oleh para penyedia lahan industri di wilayah ini yang diawali oleh permintaan lahan dari berbagai calon investor yang terus mengalir.

 

 

 

1.365
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>