Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Menjelang bergulirnya Pilwakot Semarang yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang, tercatat  sebanyak 2,19% warga kota Semarang belum melakukan perekaman data biometrik KTP elektronik.

Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang mencatat sebanyak 2,19% warga kota Semarang belum melakukan perekaman data biometrik KTP elektronik.

Jumlah tersebut termasuk pemilih pemula yang sudah memiliki hak pilih sesuai usia pada Pilkada 9 Desember mendatang.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan akan terus mendorong DKB di Kota Semarang bisa menjadi 100% dengan mengambil langkah melakukan sosialisasi dan pemantauan ke sejumlah kantor kecamatan bersama Disdukcapil.

Selain itu, lanjutnya, sebagai upaya untuk mempercepat proses perekaman, Disdukcapil melakukan data pilah dan penerbitan Surat Perekaman Data Biometrik KTP-elektronik di 16 tempat perekaman Disdukcapil Kecamatan. Surat penerbitan tersebut diharapkan dapat mempercepat perekaman sehingga e-KTP dapat segera terbit.

Menurutnya, ada lebih dari 27.000 warga yang saat ini diupayakan dapat segera melakukan perkeman data KTP.

“Sebanyak 27.000 lebih warga belum melakukan perekaman. Untuk itu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang terus melakukan pencocokan dan perekaman,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu, saat meninjau perekaman E-KTP di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Senin (10/8).

Dia menambahkan akan berupaya agar warga dapat melakukan pengurusan KTP dengan mudah, warga cukup melakukan perekaman dengan membawa surat undangan dan fotocopy KK ke kecamatan.

“Silahkan nanti ke kelurahan, karena surat undangan dari kelurahan yang kemudian dikoordinir kecamatan,” tutur Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, Adi Tri Hananto menuturkan proses perekaman data ditargekan sebanyak 27.214 warga Semarang dapat selesai menjelang Pilkada 9 Desember 2020, dengan catatan warga datang semua untuk melakukan perekaman.

“Perkiraan pada 5 Desember, itu kalau sudah datang semua yang direkam,” ujar Adi.

Target utama, tutur Adi, pada perekaman pemilih pemula yang telah memiliki hak pilih dan berusia 17 tahun saat Pemilu diselenggarakan.

“Pemilih pemula itu termasuk yang berusia 17 tahun pada 9 Desember. Itu sudah bisa rekam sekarang, sehingga dipastikan pemilih pemula dapat menggunakan hak pilihnya pertama kali pada Pilwakot Semarang 2020,” tuturnya. (RS)

11
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>