Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Jawa Tengah telah terbentuk untuk memenangkan Ir Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin Pasangan Calon Presiden – Wakil Presiden nomor urut 1 dan segera dideklarasikan pada 13 November mendatang, setelah sebelumnya JKSN Jatim terbentuk dan menyusul JKSN Jabar, DKI, Banten, Sulawesi, Hongkong, Malaysia, Mesir serta Maroko yang merupakan kantong suara terbanyak di luar negeri.

JKSN  Jateng yang diketuai KH Agus Sopwan Hadi siap meramaikan deklarasi yang akan dihadiri para kyai se-Jateng meliputi Semarang, Batang, Salatiga, Magelang, Kendal, Grobogan, Kudus dan Wonosobo dan daerah lainya. JKSN dibawah kepemimpinan Ketua Umum KH Mohammad Roziki bagian dari tim relawan pemenangan Paslon Capres-Cawapres Jokowi- Ma’ruf.

Jaringan Kiai Santri Nasional merupakan sebuah organisasi para relawan yang diinisiasi, digerakan dan dibimbing oleh para Kyai dan Bu Nyai serta para santri dengan melaksanakan akvitivas positif konstruksi untuk tercapainya masyarakat adil dan makmur dalam wadah Negara Republik Indonesia.

Ketua Umum JKSN KH Roziqi mengatakan meski namanya Jaringan Kyau Santri Nasional, namun organisasi ini beranggotakan semua komponen masyarakat meliputi Kyai, santri, pendidik, petani, nelayan, pedagang dan para profesional lainnya yang memikiki visi yang sama dengan JKSN.

Menurutnya, JKSN akan melakukan sosialisasi dan desiminasi hasil kerja Joko Widodo (Jokowi sebagai Presiden RI), periode 2014-2019, serta melaksanakan sosialisasi progam pasangan Capres (Jokowi) dan Cawapres (Kyai Ma’ruf Amin) periode 2019-2024.

“Bahkan juga melakukan kegiatan pemenangan mulai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi secara sistemik dan terukur,” ujarnya kepada pers, di Semarang, Jum’at (2/11).

Roziqi setelah pertemuan dengan pengurus JKSN Jateng yang didampingi Sekjen JKSN Zahrul Azhar (Gus Han), Ketua JKSN  Jateng KH Agus Sopwan Hadi dan para Kiai dari seluruh Jateng itu menuturkan dengan terbentuknya JKSN itu, kalangan pesantren semakin merapatkan barisan untuk memenangkan Paslon Jokowi- Makruf Amin dalam Pilpres 2019 mendatang.

Misi utama lembaga ini, dia menambahkan mendukung tim resmi pemenangan Paslon  Capres-Cawapres nomor urut 1, untuk meraih kemenangan dalam Pilpres tahun depan.

“Kami akan mobilisir dan menjaga suara dari kalangan pesantren agar tetap berada di pihak  Paslon Jokowi-kyai Makruf,” tuturnya.

Menjelang Pilpres, tutur Roziqi , potensi ini dikembangkan dan diperluas jangkauannya di luar Jatim, bahkan hingga ke mancanegara untuk direvitalisasi menjadi mesin politik yang  mendukung paslon nomor urut 1.

Selain itu, lanjutnya, para ibu menjadi elemen yang akan berkontribusi menyumbang banyak suara seperti di Jawa Timur. “Potensi ibu-ibu ini akan dimaksimalkan karena teruji di Jatim, itu keberhasilannya bisa diterapkan di Jateng,” ujarnya.

Dia menuturkan alasan JKSN memilih mendukung Jokowi-Maruf Amin karena sosok keduanya yang dinilai baik. Selain itu, jika seseorang itu shalatnya baik, maka amal-amal yang lain juga ikut baik.

Mengenai KH Maruf Amin juga dinilai sebagai sosok faqih serta paham dengan agama Islam hingga melihat pasangan semakin yakin akan selalu membawa kebaikan.

Sementara itu, JKSN Jateng optimis bakal menyumbangkan suara untuk Paslon Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 sebesar 70% hingga 80%.

Ketua JKSN Jateng  Agus Sofwan Hadi mengatakan optimistis dari target 70% -80% suara di Jateng secara keseluruhan bakal diperoleh, mengingat JKSN ini ada 40 sampai 60 Kyiai yang siap akan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Namun, mereka adalah para tokoh agama, tidak akan melakukan kampanye di lingkungan atau institusi pendidikan maupun masjid.

“Kami akan mengggunakan strategi dengan mengerahkan para ibu-ibu untuk door to door atau bertemu tatap muka secara langsung kepada masyarakat. Kami tidak mau melanggar aturan dengan kampanye di masjid, sekolah maupun pesantren,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya tidak akan menggunakan cara-cara tidak simpatik maupun kampanye negatif, bahkan menyerang lawan politik juga tidak akan dilakukan.

“Kami akan sampaikan kebaikan dan positif dengan cara ini justru akan mendapatkan simpati. Masyarakat kita sudah cerdas sehingga tidak akan suka dengan cara-cara seperti kampanye negatif dengan menjelek-jelekan pihak lain atau mengumbar ujaran kebencian,” tuturnya. (RS)

 

 

17
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>