Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) memastikan bakal membangun fasilitas pergudangan mega hub senilai Rp5 miliyar dengan kapasitas 60 juta kiriman per bulan di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, di Cengkareng awal 2019, sebagai upaya untuk mempercepat proses pengiriman logistik yang kini semakin meningkat pesat.

Mayland Hendar Prasetyo Head of Marketing Communication Division JNE mengatakan pergudangan mega hub modern itu segera dibangun di kawasab Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan tidak menutup kemungkinan disusul di kota –kota besar lainnya.

Pergudangan mega hub modern itu, lanjutnya, mendesak segera dibangun, mengingat kapasitas pengiriman barang JNE semakin meningkat pesat dan tidak memungkinan untuk mempertahankan sistem manual yang bakal memakan waktu cukup lama dan memperlambat proses pengiriman logistik, domestik maupun luar negeri.

Menurutnya, penggunaan robot sebagai bagian untuk meminimalisir error yang terjadi dan dengan dibangunnya hub ini, kapasitas akan lebih banyak dengan kecepatannya 60.000 kiriman per jam.

“JNE ke depan bakal menjadi perusahaan pertama yang menggunakan teknologi canggih serba automatic yang dibangun paling lambat awal 2019,” ujarnya kepada semarangpedia.com di sela-sela  “KOPIWRITING” (talkshow interaktif) bersama Kompasiana yang megusung tema “Industri Kreatif di Era Digital” di Altitude Lounge, Hotel Aston Inn Pandanaran, Semarang, Rabu (29/8)

Hingga saat ini, dia menambahkan JNE berhasil menjaring pelanggan ritel mencapai 70%, sedangkan sisanya 30% adalah pengiriman untuk pelanggan korporasi. Kapasitas pengiriman JNE pada 2017  mencapai 18 juta paket dalam sebulan atau 500-600,000 kiriman per hari, mengalami kenaikan pada tahun ini menjadi 20 juta paket per bulan atau 7 paket per detik.

JNE, tutur Mayland, kini didukung 40.000 karyawan yang tersebar di 6.000 titik layanan JNE dengan jumlah armada mencapai 7.000 unit. Bahkan rencana bakal ada penambahan jaringan yang dilakukan dalam waktu dekat, setidak 20% per tahun.

“Dengan tersebarnya jumlah jaringan tersebut diharapkan dapat lebih memudahkan pelanggan dalam menjangkau titik layanan JNE, sehingga bisnis dapat dilakukan hingga ke pelosok Nusantara. Targetnya pertumbuhan 2018 di level  30% per tahun,” tutur Mayland.

Dia menuturkan pertumbuhan ekonomi di sektor informasi dan komunikasi yang mengalami peningkatan begitu pesat, berdampak positif pada kinerja JNE, mengingat pertumbuhan di sektor tersebut  sebesar 9,1% ditopang oleh tingginya belanja masyarakat Indonesia di sektor e-commerce.

Kondisi itu, tidak dipungkiri kinerja perseroan semakin menunjukkan positif dan penyumbang terbesar masih berasal dari e-commerce yang semakin ramai. Bahkan bisnis pengiriman ekspres dan logistik tahun ini masih dapat tumbuh hingga 30% yang didorong oleh pesatnya pertumbuhan e-commerce.

“Bahkan sekitar 70% transaksi retail, hampir separuhnya bisa dikatakan berasal dari e-commerce. Nilai transaksi e-commerce di Indonesia diprediksi akan mencapai $130 miliar. Jika 13% dari total nilai tersebut digunakan untuk belanja kebutuhan pengiriman barang maka market size-nya sekitar $6,5 miliar atau sekitar Rp219,7 triliun.” ujarnya.

Baginya, sektor logistik dan distribusi juga bakal terus berkembang dan didukung dengan perkembangan perekonomian yang semakin membaik, bahkan saat ini nilai pasar industri logistik di Indonesia mencapai Rp2,1 triliun dengan pertumbuhan mencapai 14,7%.

“Potensi ini terus tumbuh sangat besar karena saat ini juga berkembang sektor ekonomi digital. Jumlah paket JNE yang sebagian besar untuk industri e-commerce, juga akan mendorong posisi JNE sebagai layanan pengiriman sangat diuntungkan, terlebih dengan lokasi yang tersebar dan dapat menjangkau seluruh Indonesia,” tutur Mayland.

Menurutnya, kekuatan untuk JNE masih signifikan dengan terus menghadirkan inovasi baru dan loyalitas bersama mitra e-commerce. “Kami melakukan inovasi dengan program keliling ke 18 kota yaitu ‘Yuk Ngajak Online’. Program ini mengedukasi siapa saja (UMKM) untuk menjadi pelaku bisnis melalui JNE. Kami mengajak mereka untuk memanfaatkan perkembangan teknologi menjadi entrepreneur,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang dihadirkan JNE adalah memberikan kesempatan masyarakat yang ingin berbelanja online dan kini hampir 400 lokasi disediakan JNE untuk mereka yang ingin belanja online. Selain itu, JNE mengajak UMKM di daerah untuk menjadi mitranya. Mereka dapat membuka counter di tempatnya dengan berbagai fasilitas untuk mempermudah jika terjadi transaksi. (RS)

26
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>