Sebarkan berita ini:

17-Tol PemalangSEMARANG[SemarangPedia] – Presiden RI Joko Widodo menyarankan upaya pembebasan lahan untuk pembangunan proyek tol Pemalang- Semarang sepanjang 150 Kilometer (Km), sebaiknya bisa dilakukan secara musyawarah dan mufakat dengan warga, tanpa ada konflik maupun gesekan.

“Pembebasan lahan tidak usah eyel-eyelan, kan juga kembali untuk kepentingan masyarakat. Kalau ditunda-tunda lagi harga akan semakin naik. Sekarang harga menjadi murah. Kita harus bergotong royong bersama-sama,” ujarnya saat membuka groundbreaking jalur tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang di Pasekaran Batang, Jawa Tengah, Jum’at (17/6).

Harga lahan yang terkena pembangunan proyek ruas tol Pemalang-Semarang sepanjang 150 kilometer kini melonjak hingga mencapai 20 kali lipat dari yang dibayarkan kepada warga pemilik lahan sebelumnya.

Harga lahan itu, lebih tinggi dibandingkan rencana pembebasan lahan ruas tol Semarang-Batang pada 10 tahun lalu.

Jokowi mencontohkan biaya proyek pembangunan tol sangat mahal, seperti di jalur tol Wamena-Papua. Harga harga semen sudah mencapai Rp800.000 per  sak, bahkan mendekati Rp2,5 juta per sak, akibat pendistribusi semen memakai jalur udara.

“Di lokasi tol Pemalang-Semarang harga semen masih relatif murah Rp70.000, berbeda di Wamena jalan darat tidak bisa dilewati, harus pakai pesawat. Maka, saya minta dari pembangunan jalan dari Wamena sampai Papua harus terealisasi. Di pulai seberang itu premium mencapai Rp60.000, di jawa hanya  Rp6.000-Rp7.000,” tuturnya.

Jokowi meminta kepada warga yang lahannya terkena proyek tol agar setelah menerima uang ganti rugi, sebaiknya jangan digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

“Titipkan uangnya itu di bank yang lebih aman. Jangan dibelikan sepeda motor dan mobil, belikanlah barang produktif. Jika beli tanah sekarang Rp50 juta per meterpersegi, lima tahun ke depan bisa melonjak menjadi Rp500 juta per meterperssi,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, progres pembebasan proyek tol Pemalang-Batang mencapai 12% yang dikerjakan PT Sumber Mitra Jaya dan PT Waskita dengan nilai investasi Rp4,8 triliun.

Sebaliknya, progres pembebasan lahan Batang-Semarang sepanjang 75 km sudah mencapai 20%, dikerjakan PT Jasa marga Semarang dengan pemegang saham PT Jasa Marga dan PT Waskita  Rp11 triliun.

Pemerintah memproyeksikan proyek Tol Trans Jawa Pemalang-Semarang bisa selesai akhir 2018, jika tidak terkendala pembebasan lahan, guna menghidari terjadinya pembengkakan biaya kontruksi.

“Sebelumnya investor yang memdapatkana tender proyek tol itu sudah siap, namun, gagal merealisasikan akibat berbagai kendala, akhirnya diambil alih oleh PT Trans Marga dan Waskita,” tuturnya. (RS)

164
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>