Sebarkan berita ini:

4-sidang-sabuSEMARANG[SemarangPedia] – Terlibat dalam jaringan narkotika Interinasional, seorang warga negara Indonesia (WNI) kembali di tuntut hukuman seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Semarang.

Restiyadi Sayoko 40 tahun warga Lamongan Tengah, Kelurahan Bendan Ngisor Gajah Mungkur Semarang hanya bisa diam setelah Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutan hukuman seumur hidup.

Terdakwa, didakwa ikut serta dalam jaringan narkoba kelompok Pakistan yang tertangkap BNN di Batealit Jepara bebeapa waktu lalu.

Dalam bacaan tuntutannya oleh Jaksa Penuntut Umum Panji Sudrajat, peran terdakwa bersama terdakwa lain ikut memfasilitasi penyelundupan sabu 97 kg dalam mesin genset dari negara China ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dengan membantu pengurusan dokumen.

“Terdakwa  restiyadi dinilai melanggar pasal 113 undang-undang narkotika tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup,” ujarnya saat persidangan itu, Kamis sore. (3/11)

Menanggapi tuntutan JPU, terdakwa Restiyadi Sayoko menyatakan keberatan dan  akan mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya.

Sementara dalam sidang terpisah Didi Triyono warga Jepara dituntut hukuman 18 tahun penjara, oleh Jaksa Penuntut Umum. Didi dinilai ikut terlibat karena bekerja untuk Mr Khan.

Sebelumnya tiga WNI yang ikut mengurus dokumen impor dan mereka dituntut seumur hidup terdiri Tomi Agung Priambudi dan Citra Kurniawan serta istri Mr Khan, Peni Suprapti dituntut 18 tahun dan denda  Rp1 miliar. (HN/RS)

164
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>