Sebarkan berita ini:

30-pilkadesUNGARAN[SemarangPedia] – Tingkat partisipasi pemilih di ajang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Semarang 2016, Minggu (16/10), terpantau cukup tinggi.

Bahkan partisipasi pemilih Pilkades di 24 desa di 14 kecamatan itu mengalahkan partisipasi di ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 lalu.

“Partisipasi pemilih Pilkades serentak 2016 rata-rata terpantau sekitar 83%, lebih tinggi dibanding Pilkades sebelumnya yang hanya dibawah 80% dan lebih tinggi dibanding Pilkada 2015 yang sekitar 70%,”  ujar Kasubid Kelembagaan Pemerintahan Desa Bapermasdes Kabupaten Semarang, Aris Setyawan, Minggu. (30/10)

Menurutnya, tingginya partisipasi pemilih Pilkades serentak 2016 didorong adanya kedekatan emosional antara pemilih dengan calon yang hendak dipilih. Kondisi demikian, membuat pemilih tidak ingin melewatkan momentum pesta demokrasi lima tahunan ini.

Masyarakat desa, lanjutnya,  tidak ingin memilih calon yang memang bukan pilihannya, sehingga mereka berduyun-duyun datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk mencoblos pilihannya.

“Calon dan pemilihnya itu tinggal dalam satu lingkup desa. Jadi mereka tahu persis bagaimana sosok calon yang dipilihnya karena bisa dikata kerap bertemu,” tuturnya.

Faktor lain adalah perubahan regulasi Pilkades terkait lokasi dan jumlah TPS. Pada Pilkades serentak 2016, TPS diperbanyak hingga tiap dusun dan diposisikan mendekati warga. Beda dengan pilkades sebelumnya yang tersentral di satu titik yang biasanya di balai desa.

“Ini membuat masyarakat desa lebih mudah dan lebih dekat untuk menyalurkan hak pilihnya,” ujarnya.

Data Bapermasdes menyebutkan dari 24 desa yang menggelar Pilkades, tingkat partisipasi di Desa Jetak, Kecamatan Getasan tertinggi, mencapai 91,2%. Sementara partisipasi pemilih terendah ada di Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, sebesar 73,47%.

“Untuk incumbent, dari sembilan incumbent yang ikut, tujuh terpilih lagi,” tuturnya.

Kepala Bapermasdes Kabupaten Semarang Yoseph Bambang Trihardjono menambahkan secara umum pelaksanaan Pilkades serentak 16 Oktober 2016 berjalan lancar dan aman, meski sempat ada aksi pengerahan massa di Desa Duren, Kecamatan Tengaran oleh salah satu calon menjelang hari  H pencoblosan, namun bisa diantisipasi oleh pihak keamanan, sehingga tidak sampai mengganggu jalannya pencoblosan.

“Sesuai dengan Perbup No 7 Tahun 2016, mereka yang tidak puas dengan hasil Pilkades diberi kesempatan mengajukan gugatan di tiga hari setelah hari H pencoblosan. Namun, sampai dengan 19 Oktober lalau tidak ada yang mengajukan, sehingga saat ini tinggal menunggu pengesahan dan pelantikan calon terpilih yang dijadwalkan akhir Desember mendatang,” tuturnya.

181
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>