Sebarkan berita ini:

25-panen-padiPURBALINGGA[SemarangPedia] – Produksi gabah kering giling (GKG) hasil panen petani di wilayah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah diperkirakan bakal mencapai sebanyak 252.192 ton atau setara 164.000 ton beras.

Dengan produksi GKG sebanyak itu, optimistis Kabupaten Purbalingga akan surplus beras sekitar 70.000 ton atau naik 10%, dibandingkan perolehan beras hasil produksi tahun lalu hanya 63.000 ton.

Bupati Purbalingga Tasdi mengatakan keyakinan wilayahnya bisa surplus beras karena kerja keras para petani pada tahun lalu mampu menghasilkan yang menggembirakan hingga terjadi surplus beras sebanyak 63.000 ton.

“Untuk pasokan beras sesuai yang diharapkan harus ada sebanyak 230.000an ton,” ujarnya, Selasa. (25/10)

Menurutnya, dengan jumlah penduduk, serta kebutuhan makan sehari tiga kali, produksi beras di wilayahnya hingga sekarang masih berlebih, karena  jumlah pasokan beras petani lebih banyak dibandingkan kebutuhan.

Dia menuturkan untuk mencapai surplus beras tahun ini yang diharapkan hasil panen bisa mencapai 70.000 ton beras, dan harus ada upaya untuk meningkatkan produtivitas pertanian.

Pergerakan upaya itu, lanjutnya, untuk meningkatkan produktivitas pertanian, bisa melalui dua cara yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi. Eksentifikasi atau penambahan luas area sawah sudah tidak memungkinkan, mengingat lahannya sudah berkurang seiring banyaknya kebutuhan untuk perumahan, dan semakin bertambahnya jumlah penduduk serta lainnya.

Namun, dia menambahkan yang bisa dilakukan ekstensifikasi hanya di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan Sulawesi dan Sumatera.

“Kalau di Jawa tidak dapat ekstensifikasi lagi, yang dapat dilakukan di Pulau Jawa adalah intesifikasi, yakni lahan yang ada bisa dimaksimalkan, dengan bagaimana caranya tanah satu hektare dalam setahun dapat menjadi tiga kali masa tanam,” tuturnya.

Menurutnya, peningkatan produksi dibutuhkan berbagai upaya dan butuh kerja sama antara pemerintah dan para petani, sehingga dalam praktiknya tidak bisa dijalankan sendirian.

Sementara itu, pasokan beras dari Jateng bakal berlebih sekitar 250.000 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Mei 2017.

83
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>