Sebarkan berita ini:

5-Hewan KurbanUNGARAN[SemarangPedia] – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Semarang menerjunkan langsung sejumlah dokter hewan untuk memastikan terhadap kesehatan hewan kurban di tempat penampungan.

Hal itu, dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan akan munculnya penyebaran penyakit hewan kurban, menjelang hari raya Idul Adha.

Plt Kepala Disnakan Kabupaten Semarang, Urip Triyoga mengatakan pihaknya telah melakukan antasipasi sejak tiga bulan terakhir dengan menyurati pihak kecamatan dan petugas lapangan, untuk memantau kesehatan hewan ternak di masing-masing wilayahnya.

“Tidak sekedar menerjunkan dokter hewan untuk cek kesehatan hewan kurban, namun juga melakukan sosialiasi pemeliharaan hewan dan tempat penampungan yang baik sesuai standar kesehatan,”  ujarnya, Senin. (5/9)

Menurutnya, sementara berdasarkan hasil pemantauan kesehatan di Pasar Hewan Ambarawa maupun di tempat penampungan milik pedagang hewan kurban, belum ditemukan kasus penyakit hewan yang mengkhawatirkan.

“Kalau lingkungan tidak sehat bisa muncul penyakit seperti gudik atau kuku mulut. Tapi hasil pantauan tim, itu belum ada. Kami juga mewaspadai munculnya penyakit lain seperti antrax mengingat dulu pernah ada kasus ini di sini,” tuturnya.

Kendati demikian, dia menambahkan  pedagang tetap diminta menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan tempat penampungan.

Mulai H-3 hingga H+3 Idul Adha, Disnakan membuka pelayanan pengecekan kondisi kesehatan hewan kurban secara gratis, dengan pemeriksaan postmortem dan antemortem pada hewan kurban.

“Enam puskeswan disebar mulai dari Karangjati, Getasan, Bancak, Susukan dan Tegalwaton guna melayani permintaan masyarakat akan antisipasi adanya penyakit cacing hati,” ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya juga memberikan pelatihan penyembelihan hewan kurban yang baik dan benar agar didapat daging kurban yang halal dan sehat.

“Beri pelatihan ke 30 takmir atau pengurus masjid. Agar daging yang dihasilkan bisa asuh, yakni aman, sehat, utuh dan halal,” tuturnya.

Dia memastikan ketersediaan hewan ternak di Kabupaten Semarang mencukupi kebutuhan kurban masyarakat. “Untuk sapi  stoknya mencapai 80.000 ekor, khusus pejantan ada sekitar 20.000 ekor,” tuturnya.

Dari pengalaman tahun lalu, kebutuhan kurban sapi mencapai 1.304 ekor, kambing sejumlah 3.893 ekor dan domba sebanyak 3.566 ekor.

“Kebutuhan Idul Adha saat ini diperkirakan tidak jauh beda dengan tahun lalu, naik 50% itu sudah bagus,” tuturnya.

Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hadmiarso mengatakan kesiapan jajarannya melakukan pengamanan perayaan Idhul Adha, Senin (12/9) mendatang.

“Intelijen, babinkamtibmas kami terjunkan untuk mengantisipasi segala sesuatu yang tidak diinginkan, termasuk kemungkinan adanya upaya penimbunan bahan pokok masyarakat di luar komoditas daging,” ujarnya. (RS).

242
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>