Sebarkan berita ini:

21-PDIPSEMARANG[SemarangPedia] – Hingga kini masih banyak kader PDI Perjuangan Jateng yang terbawa perasaan (Baper) dalam interaksi sosial sesama kader maupun pengurus.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) mengatakan sikap itu harus dihindari agar tidak mengganggu konsolidasi partai terlebih menghadapi even-even besar partai.

“Saya minta kader dan pengurus jangan Baper terus. Kita ini republik baper tapi jangan mengganggu soliditas partai,” ujarnya pada acara halal bihalal kader Partai PDI Perjuangan Jateng di Panti Marhen Semarang, Kamis. (21/7)

Menurutnya, kekeluargaan dan struktur partai harus dikedepankan dan prinsip ini harus dipegang teguh, sehingga dapat menghindari rasa sakit hati. Apalagi ketika ruang politiknya merasa diintervensi.

“Kalau ada masalah personal atau ketersinggungan saya minta segera temui atau telpon masalah yang ada segera diluruskan, jangan baper terus,” tuturnya.

Dengan demikian, lanjutnya, pihaknya mengundang seluruh anggota hingga seluruh DPC PDIP yang ada di Jateng, Termasuk yang sudah duduk di bangku legislatif, eksekutif, hingga fraksi. Semua dikumpulkan untuk bertatap muka dan bersalaman.

PDI P1

Senada dengan Bendahara DPD PDI Perjuangan Jateng, Agustina Wilujeng mengatakan dengan adanya tatap muka, mereka yang masih baper akan merasa segan sendiri, mengingat selama ini memang ada beberapa kader yang jotakan, namun tudak disebtkan siapa namanya.

Menurutnya, baper bukan larangan di partai, namun dalam keluarga besar, pasti ada sisi sentimentil. Apalagi ada pergantian susunan partai secara periodik. Seperti pencalonan baru, agenda politik, rotasi, dan lain sebagainya.

“Inilah fungsi halal bihalal yang diharapkan hubungan kekeluargaan kami bisa lebih erat. Kalau suasananya sudah cair, mau jotakan kan merasa segan,” tuturnya.

Acara halal bihalal kader Partai PDI Perjuangan Jateng di Panti Marhen Semarang itu nampak begitu hangat, momen ini dimanfaatkan oleh seluruh kader PDI Perjuangan Jateng untuk saling silaturahmi dan bermaaf-maafan. (RS)

101
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>