Sebarkan berita ini:

14-kadinSEMARANG[SemarangPedia] – Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Semarang berupaya akan ikut berperan mendorong Semarang pro investasi untuk lima tahun ke depan, hingga mampu menarik sejumlah investor menanamkan modalnya di wilayah ibukota Jateng itu.

Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andrasmara mengatakan Kadin akan mendorong dan memberikan masukan kepada Pemkot Semarang untuk mengimplementasikan kebijakan perizinan satu pintu/atap, sebagai upaya untuk memenuhi tuntutan para investor.

Dengan adanya pelayanan perizinan terpadu itu, lanjutnya, kini pola kerja berdasarkan mekanisme pelayanan satu pintu diharapkan dapat memberikan pelayanan lebih efiensiensi dari sebelumnya.

“Pemangkasan mata rantai birokrasi, penyederhanaan persyaratan, penyederhanaan mekanisme dan percepatan waktu penyelesaian perizinan merupakan faktor kunci keberhasil daerah untuk menarik investor sebanyak munkin,”  ujarnya saat kegiatan silaturahmi yang digelar di Hotel Dafam Semarang, Senin. (14/11.

Selain itu, dia menambahkan dengan aktivitas kantor terpadu masyarakat akan memperoleh kemudahan dan efisiensi waktu karena pelayanan dan proses dilakukan pada satu tempat.

Diharapkan dengan aktivitas kantor terpadu akan terbentuk citra yang baik dalam pelayanan terutama menyangkut perizinan usaha sebagai tuntutan para investor.

“Kota Semarang memiliki banyak potensi investasi yang bisa ditawarkan kepada sejumlah investor di antaranya sektor pariwisata, industri, perhotelan, budaya dan lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, Kadin kotmitmen dan sudah menjadi tugasnya akan membantu dan mendorong Pemkot agar mempermudah perizinan serta menjadi fasilitator bagi investor baik pengusaha nasional maupun asing yang ingin masuk di berbagai wilayah di Kota Semarang.

Selain itu, dia menambahkan kondisi iklim investasi di Kota Semarang juga cukup mendukung dan lebih kondusif  dibanding daerah lain, disamping kini tengah dilakukan persiapan untuk memperbaiki semua peraturan daerah (perda) yang dinilai menghambat masuknya investor maupun bertentangan dengan peraturan pemerintah pusat.

“Regulasi yang tidak terlalu panjang tentu akan lebih baik, dan ini juga akan menjadi tugas Kadin Kota Semarang untuk memberikan masukan Pemkot agar implemtasinya bisa direalisasikan lebih cepat,” ujarnya.

Tidak dipungkiri memang, sebelumnya banyak pengusaha mengeluh karena proses perizinan lambat dan birokrasi bertele-tele meski pemkot tersebut sudah menerapkan One Stop Service  (OSS). Bahkan kini sudah lebih trasparan.

Namun, lanjutnya, keluhan utama pengusaha terhadap layanan perizinan adalah tidak adanya kepastian waktu penyelesaian perizinan, mengingat waktu penyelesaian izin, sekaligus memberikan konsekuensi terhadap semakin besarnya biaya yang dikeluarkan.

”Soal biaya sebenarnya tidak masalah bagi investor karena beban ini nantinya bisa dialihkan kepada konsumen. Yang dikeluhkan itu ketidakpastian waktu. Semakin lama waktunya semakin besar biayanya, dan itu tidak bisa diprediksi karena tidak ada jaminan,” tuturnya.

Selain itu, dia menambahkan Pemkot masih harus bekerja keras untuk mengkaji perda yang hanya berorientasi meningkatkan  Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun di lapangan bertentangan dengan ketentuan perpajakan dan retribusi.

“Saya melihat sekarang ini perizinan sudah mulai transparan. Bahkan pungli-pungli sudah terlihat mulai berkurang,” ujarnya.

Di sisi lain, menurutnya, kesuksesan citra Kadin Kota Semarang juga tidak lepas dari peranan anggotanya yang terlibat. Bahkan Kadin mulai mewajibkan semua wakil ketua di berbagai bidang untuk membuat kegiatan minimal satu kali dalam setahun.

Kegiatan silaturahmi itu, dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi Undip, Harnomo, Mantan Ketua Kadin Kota Semarang 2011-2016, Heru Isnawan dan para undangan lainnya. (RS)

97
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>