Sebarkan berita ini:

26-pertumbuhan-ekonomiSEMARANG[SemarangPedia] – Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini yang diprediksi tumbuh 5,1%, perlu terus dipacu di antaranya melalui komunikasi yang intens dan mempererat sinergi antara pemerintah dan kalangan pengusaha.

Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan kondisi ekonomi global yang tidak menguntungkan saat ini, diprediksi masih akan berlanjut hingga tahun depan.

Menurutnya, pemerintah dan dunia usaha harus mempererat sinergi dengan menjalin komunikasi yang lebih intens.

“Saat ini, perekonomian global menurun, yang tadinya diprediksi di atas 3% ternyata berakhir hanya di 2,6% – 2,7%. Perekonomian Indonesia pun tahun ini diperkirakan hanya tumbuh 5% – 5,1%. Tahun depan pun masih sangat sulit. Kuncinya hanyalah komunikasi dan kita membuka diri antara pemerintah dan Kadin di daerah,” ujarnya saat Rapat Kerja Nasional Kadin Indonesia Koordinator Wilayah Tengah, di Hotel Patrajasa, Semarang, Selasa malam. (25/10).

Rosan menambahkan kerja sama antara Kadin dan pemerintah pusat saat ini sudah berjalan baik.  Bahkan pihak pemerintah masih berkonsultasi dan berdiskusi ketika akan mengeluarkan regulasi yang berkaitan dengan dunia usaha dengan Kadin. Disamping itu, lanjutnya, Kadin telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri.

“Kadin ada kesepakatan dengan Kementerian Luar Negeri, semua duta besar sebelum dikirim ke negara tujuan, diberikan pemahaman tentang bisnis dan investasi  oleh Kadin, mengingat sekarang semua duta besar wajib menjadi duta perekonomian di negara masing-masing,” tuturnya.

Dia mengharapkan Kadin di daerah dengan pemerintah daerah mengoptimalkan komunikasi, sehingga akan mudah mengembangkan usaha dan dapat membaca potensi untuk meningkatkan perdagangan dan investasi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengatakan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi diperlukan kebersamaan dengan kalangan dunia usaha.

Menurutnya, perlu dibangun komunikasai yang lebih intens antara pemerintah daerah dengan pihak pengusaha.

“Komunikasi yang baik tidak sekadar tegur sapa. Tapi juga bagaimana kebijakannya untuk dunia usaha, khususnya di Jateng,” ujar mantan Bupati Purbalingga itu.

Untuk menarik investasi ke Jawa Tengah, lanjutnya, Jawa Tengah sudah memiliki tim task force investasi yang bertugas mengkomunikasikan segala sesuatu terkait investasi.

“Dengan demikian, ketika ada permasalahan di lapangan, tim akan segera turun untuk mengkonfirmasi dan mengkoordinasikan,” tuturnya.(RS)

133
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>