Sebarkan berita ini:

4-seminar1SEMARANG[SemarangPedia] – Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah diberlakukan tahun ini, tidak bisa dihindari persaingan pasar bakal semakin ketat di berbagai sektor dan peluang kerja semakin menyempit seiring masuknya pekerja asing yang berkopentensi (eks patriat).

Kamar Dagang Indonesain (Kadin) Jateng mengisyaratkan perlu upaya mengembangkan ekonomi kreatif dan mendorong masyarakat untuk berwirausaha, guna menghadapi era MEA itu.

Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Kukrit Suryo Wicaksono mengatakan konsekuensi Indonesia sebagai salah satu negara anggota ACE yang ikut menyepakati ketentuan batas pemenuhan SDM berkualitas juga diikutsertakan dalam merativikasi WTO pada 1994 dan forum internasional lain seperti AFTA, APEC, dan GATT, sehingga konsekuensinya mengharuskan negara ini mematuhi aturan yang disepakati di panggung internasional.

Kukrit yang menjadi pembicara dalam acara Sambung Rasa Kewirausahaan dan Expo Bisnis Wiramuda Unisbank 2016 mengungkapkan bagi industri konsekuensinya juga harus dapat membenahi terutama pada penyiapan penguatan daya saing serta pemenuhan kompetensi SDM  yang dapat diterima oleh pasar global.

Kegiatan yang diselengarakan Unisbank Semarang dengan tema Connecting The Dots Menghubungkan Ide dan Realisasi Usaha Mahasiswa di kampus mereka, Rabu (4/5), juga menghadirkan pembicara Kepala Bank Jateng, Supriyanto.

4-Kukrit Suryo Wicaksono 1Menurut Kukrit, bagi industri konsekuensinya juga harus dapat membenahi terutama pada penyiapan penguatan daya saing serta pemenuhan kompetensi SDM  yang dapat diterima oleh pasar global.

“Batas waktu ketentuan global itu sudah dimulai pada 2010 untuk ASEAN dan 2020 untuk 130 negara serta ACE pada 2015,” ujarnya.

Pasar kerja, lanjutnya,  kini semakin kompetitif dan masih banyak industri membutuhkan kompetensi manajamen dan (SDM) keahlian di bidangnya, sehingga percepatan SDM kopentensi di daerah sangat diperlukan karena batas waktu semakin pendek.

“Sementara wirausaha tidak harus membutuhkan modal dengan dana segar, namun kemauan, kreativitas, minat dan networking bisa menjadi modal uatama,” tuturnya.

Dia memberikan tips menjadi wirausaha yang sukses dengan mengisyartakan harus berani tampil beda dan mempunyai networking yang banyak, selain ide, kreativitas dan keberanian dimulai setelah mempunyai networking yang kuat, yang bisa dibentuk melalui pertemanan .

“Tidak perlu ragu untuk yang memberikan berbeda, jika tidak berapapun uang yang dikeluarkan tidak akan bisa untuk mempromosikan produk karena gagal adalah pelajaran paling penting dalam memulai wirausaha,” ujarnya.

Kadin Jawa Tengah juga tengah menyiapkan untuk mendorong para wirausaha muda yang berminat membuka jaringan pasar bagi produk-produk inovatif yang kreatif.

“Saat ini Kadin Jateng sudah memiliki getasean.com adalah e-commers bekerja sama dengan Kadin Malaysia dan Singapura  untuk mempromosikan potensi produk unggulan UKM di berbagai daerah di Jawa Tengah,” tuturnya.

Kepala Bank Jateng, Supriyanto mengatakan perbankan juga siap ikut berpartisipasi mengembangkan ekonomi masyarakat termasuk mendorong usaha baru yang dilakukan mahasiswa, dengan pemberian permodalan yang mudah tanpa agunan dan dengan bunga rendah.

“Bank Jateng menawarkan Mitra Sejahtera Bank Jateng 02 yakni pinjaman kredit plafon sampai dengan nilai Rp2 juta  tanpa agunan dan bunga hanya 2%,” ujarnya.

Bank Jateng menargetkan mampu menarik debitur mencapai  25.000 orang pada tahun ini, dengan kucuran permodalan yang diberikan sebesar Rp50 miliar yang digulirkan secara bertahap.

Mnurut Rektor Unisbank Semarang Hasan Abdul Rozak, pemberian pinjaman modal itu sangat bagi mahasiswa yang berminat wirausaha.

Kegiatan itu, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Unisbank Semarang, Bank Jateng dan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah.

Kerjasama ini, dia menambahkan diharapkan dapat menumbuhkan kewirausahaan yang sudah dilakukan oleh mahasiswa Unisbank yang merupakan bagian dari rencana strategis Unisbank sebagai perguruan tinggi swasta yang berbasis Entrepreneural, IT Based University.

92
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>