Sebarkan berita ini:

28-kaAMBARAWA[SemarangPedia] – PT KAI kembali mengoperasikan kereta api kuno bergigi untuk penumpang wisatawan jalur Ambarawa-Bedono, Jawa Tengah, setelah ditutup sementara untuk keperluan pembenahan beberapa waktu lalu.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV Semarang mengoperasionalkan dua lokomotif uap yang usianya sudah mencapai sekitar 114 tahun, bahkan dilengkapi dengan rangkaian kereta perpustakaan pindahan dari Stasiun Jakarta.

Dua loko uap berbahan bakar kayu bakar itu bernomor B2502 dan B2503 mulai diuji cobakan pada jalur pendek tersebut dengan diikuti para penumpang dari jajaran KAI Daop IV, Kepala Dinas Pariwisata Jawa Tengah Prasetyo Aribowo, Kapolres Semarang, AKBP Vincentius Thirdy Hadmiarso, dan anggota Forkompinda Kabupaten Semarang.

Sebelum menempuh perjalanan lebih kurang dua jam, diawali dengan penyiraman kendi bagian depan loko, sebagai tanda mulai dioperasionalkannya kembali jalur ka bergigi Stasiun Ambarawa-Stasiun Bedono.

Direktur Komersial PT KAI, M Kuncoro mengatakan dengan dioperasionalkan kembali jalur rel bergerigi tersebut diharapkan mampu menyedot minat wisatawan mancanegara maupun domestik berkunjung ke Stasiun sekaligus Museum kereta api Ambarawa.

”Keunikan lokomotif uap serta perjalanan menuju Stasiun Bedono dari Stasiun Ambarawa dapat dinikmati kembali. Untuk menikmatinya, kereta wisata jalur Ambarawa-Bedono PP biaya yang diberlakukan paket keseluruhan kereta itu sebesar Rp 15 juta,” ujarnya saat melakukan perjalan KA itu, di Ambarawa.

KAI juga memindahkan Kereta Pustaka Indonesia yang sebelumnya berada di Stasiun Jakarta Kota ke Stasiun Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

“Kereta Pustaka Indonesia ini merupakan kereta khusus perpustakaan kereta api (KA),” tutur Manager Museum Kereta Api PT KAI Eko Sri Mulyanto.

Kereta Pustaka Indonesia di Museum Ambarawa itu, lanjutnya, diluncurkan bersamaan dengan dibukanya kembali jalur kereta wisata menggunakan lokomotif uap yang saat ini baru satu-satunya di Indonesia itu.

Menurutnya, pembuatan Kereta Pustaka Indonesia merupakan realisasi program dari Unit Preservation and Museum PT KAI yang pengerjaannya dilakukan oleh Balai Yasa Manggarai, Jakarta.

“Kereta ini merupakan hasil modifikasi eks-kereta barang, yakni kereta bagasi dengan nomor seri B 80101 yang dulunya rangkaian kereta rel diesel (KRD). Dipercantik eksterior dan interiornya,” ujarnya.

Pada eksteriornya, terlihat dominan warna putih dengan gambar lima stasiun cagar budaya di Jakarta, yakni Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Kota, Manggarai, Pasar Senen, dan Stasiun Jatinegara.

Untuk interiornya, dia menambahkan terdapat berbagai buku sejarah perkeretaapian, dilengkapi dengan tempat membaca model lesehan yang nyaman, serta layar televisi yang menggambarkan sejarah perkeretaapian Indonesia.

183
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>