Sebarkan berita ini:

12-kereta-api-lngYOGYAKARTA[SemarangPedia] –  PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggandeng PT Pertamina (Persero) untuk mengembangkan kereta api berbahan bakar Liquified Natural Gas (LNG) sebagai konversi dari penggunaan sebelumnya High Speed Diesel (HSD).

Uji coba penggunaan LNG sebagai bahan bakar kereta api dilaksanakan di  Balai Yasa Yogyakarta, dari sebelumnya telah dilakukan studi dan riset, setelah kedua persero itu bersama melakukan uji statis dan dinamis Kereta Pembangkit.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program konversi penggunaan High Speed Diesel (HSD) menjadi Liquified Natural Gas (LNG) dalam operasional Kereta Api itu, juga tercatat untuk yang pertama di Asia Tenggara.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan uji coba penggunaan LNG sebagai bahan bakar kereta api, sekaligus bagian upaya kedua BUMN dalam mendorong pemanfaatan LNG untuk bahan bakar berbagai jenis transportasi.

“Sinergi kedua persero ini merupakan lanjutan dari kesepakatan yang dilaksanakan pada 28 Agusuts 2015 atas kerja sama di berbagai bidang, termasuk program konversi penggunaan HSD menjadi LNG,” ujarnya dalam rilisnya, Rabu. 12/10)

Menurutnya, tahun ini Pertamina telah melakukan studi dan riset bersama dengan PT KAI melalui uji statis dan dinamis kereta pembangkit di Balai Yasa Yogyakarta, sedangkan pasokan LNG akan direalisasikan dari Bontang ke Pulau Jawa baik menggunakan isotank perjalanan laut maupun darat.

Program konversi penggunaan BBM ke LNG, lanjutnya,  untuk transportasi sesuai dengan UU No 30 tahun 2007 tentang Energi yang mengamanatkan perlunya diversifikasi untuk pengurangan penggunaan minyak bumi.

Konversi penggunaan bahan bakar itu, diproyeksikan bakal memberikan penghematan belanja cukup besar hingga sebesar Rp84,5 miliar per tahun, serta ramah lingkungan, mengingat polusi yang dikeluarkan dari pembakaran mesin nyaris hampir tidak ada.

“Bisa jadi, jika pilot project ini berhasil, sudah dapat dipastikan perseroan akan mampu menjual LNG untuk kereta api secara komersial pada April 2018,” tuturnya.

Langkah itu, dia menambahkan kerja sama Pertamina dan KAI diharapkan bakal mampu mewujudkan kereta api sebagai moda transportasi publik dan angkutan barang yang lebih efisien, dari sebelumnya menggunakan High Speed Diesel.

184
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>