Sebarkan berita ini:

PlastikJAKARTA[SemarangPedia] – Forum Pengguna Plastik yang beranggotakan 16 asosiasi produsen dan pengguna plastik di Indonesia menolak keras kebijakan rencana pemerintah mengenakan cukai pada kemasan plastik, karena dipastikan akan menurunkan daya beli konsumen.

Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GPMM) Rahmat Hidayat mengatakan penolakan itu dilakukan, menyusul rencana kebijakan pemerintah menerapkan cukai plastic sudah mulai di dipublikasikan mlalui media massa.

“Cukai plastik yang akan diberlakukan itu tidak sesuai dengan kriteria barang kena cukai yang ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai,” ujarnya. Rabu. (20/4).

Menurutnya, dari aspek lingkungan, kemasan dari plastik masih dapat didaur ulang sebagai bahan baku dan energy, sehingga tidak realistis jika barabg itu dikenakan cukai..

Selain itu, dia menambahkan pengenaan cukai akan mengakibatkan ekonomi biaya tinggi denan melonjaknya biaya produksi, menurunkan permintaan konsumen dan pada akhirnya melemahnya daya saing.

Sebanyak 16 asosiasi yang bergabung dalam forum itu,  meminta pemerintah lebih berhati-hati dalam rencana mengeluarkan kebijakan pengenaan cukai, baan harus mempertimbangkan seluruh dampak yang akan ditimbulkan bagi pemangku kepentingan.

‘’Forum siap terlibat aktif guna memberikan masukan kepada pemerintah agar kebijakan yang dihasilkan bermanfaat bagi semua pihak,’’ tuturnya.

Forum yang beranggotakan 16 asosiasi terdiri Gapmmi (makanan dan minuman), Inaplas (hulu plastik), Asrimm (minuman ringan), Adupi (daur ulang), Aspadin (minuman dalam kemasan), dan Giatpi (aneka tenun plastik) serta  Aphindo (plastik hilir).

Selain, Rotokemas (pengemasan), Arobim (roti, biskuit, minuman), PPAKI (kosmetika), Aips (pengolahan susu), Perkosmi (kosmetik), Pipimm (makanan dan minuman), FPI (pengemasan), Aspelindo (limbah industri), dan Pekerti (kerajinan).

Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengakomodir resistensi pelaku industri terhadap rencana pengenaan cukai kemasan plastik yang digulirkan Kementerian Keuangan.

“Kemperind akan berkoordinasi dengan Kemenkeu, untuk menghitung secara seksama apa yang akan diambil,’’ujar Saleh.

72
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>