Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Kampanye kotak kosong di Kabupaten Pati dalam pilkada serentak yang akan digelar Februari 2017 yang hanya diikuti calon tunggal tidak merupakan pelanggaran, namun dapat menjaga ritme demokrasi agar dapat berjalan dengan baik.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah Abhan mengatakan warga Kabupaten Pati dapat mengkampanyekan kotak kosong. Menurutnya, mengkampanyekan kotak kosong dalam calon tunggal di Kabupaten Pati tidak merupakan pelanggaran.

“Sosialisasi memilih kotak kosong itu pilihan politik. Itu bukan pelanggaran. Karena di Pati hanya ada satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung, maka buat menjaga proses demokrasi yang ada saat ini, masyarakat setempat harus berani mengkampanyekan kotak kosong sebagai lawannya,” ujarnya seusai media gathering,  di Semarang, Jumat. (16/12)

Hingga saat ini, lanjutnya, aturan kampanye kotak kosong belum diatur secara spesifik dalam peraturan KPU, sehingga  fasilitas untuk mengampanyekan kotak kosong belum bisa dilakukan secara masif.

“Warga berhak untuk ikut mengampanyekan kotak kosong dalam pemilihan kepala daerah serentak 2017 terutama di Kabupaten Pati,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi Bawaslu Jawa tengah Teguh Purnomo mengatakan para tim sukses pasangan calon yang berasal dari petahana berpotensi melakukan pelanggaran.

Pelanggaran itu, menurutnya, terkait dengan pemakaian fasilitas negara untuk berkampanye maupun penggunaan dana iklan.

“Dalam pilkada serentak 2017 di Jawa Tengah sebanyak enam petahana mengikuti pilkada tersebut. Mereka berpotensi menggunakan fasilitas negara dan iklan kampanye secara berlebihan, sehingga pengawasan akan dipertekatat,” ujarnya. (RS)

304
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>