Sebarkan berita ini:

4-Seminar kankerPURWOREJO[SemarangPedia] – Sebanyak 450.000 wanita di seluruh dunia diketahui terdiagnosis kanker serviks (kanker mulut rahim) dan 250.000 di antaranya meninggal akibat penyakit ganas ini.

Kanker ini yang paling dikenal di Indonesia, lebih dari 70% sudah di stadium lanjut ( stage IIB), sedangkan kasus baru kanker serviks jumlahnya mencpai 40-45 per/hari dengan kematian karena kanker serviks 20-25 per hari (setiap1 jam, seorang wanita meninggal karena kanker serviks).

Hal itu terungkap dalam sebuah talk show pencegahan kanker serviks yang digelar Dharma Wanita Persatuan RSUD Tjitrowardojo Purworejo, dalam rangka peringatan Hari Kartini di auditorium. Tampil sebagai pembicara Dr Tri Tunianti Hastuti SpOG (K).

Tri mengatakan penurunan potensial angka kejadian kanker serviks secara kumulatif pada berbagai frekuensi skrining, jika rutin skrining setiap tahun penurunan angka kejadian kanker serviks 90-93% dan bila skrining hanya dilakukan sekali seumur hidup penurunan angka kejadian kanker serviks 17-32%.

Faktor risiko terkena kanker serviks, lanjutnya, di antaranya terinfeksi Human Papiloma Virus (HPV), wanita umur di atas 25 tahun, mempunyai pasangan seksual lebih dari satu memulai aktivitas seksual sebelum usia 18 tahun, kehamilan pertama sebelum 20 tahun dan merokok.

“Riwayat adanya displasia leher rahim, tidak pernah melakukan test pap, riwayat meminum obat diethylstillbestrol (DES) selama kehamilan, menggunakan kontrasepsi hormonal, adanya infeksi HIVatau penyakit seksual lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa gejala kanker serviks bisa terjadi di antaranya keputihan yang tidak sembuh-sembuh dan berbau, post coital bleeding (perdarahan setelah melakukan hubungan seksual), perdarahan lewat jalan lahir yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi, gejala gejala seperti kanker lainnya, BB menurun, cepat lelah, dan anemi.

Upaya pencegahan, dia menambahkan di sarankan pasien melakukan Tes IVA, tes pap smear jika sudah menikah, jika hasil baik pemeriksaan tes pap smear dilakukan minimal setahun sekali dan dengan vaksinasiî.

Kasubag Rekam Medik RSUD Tjitrowardojo Sugiyanto menuturkan talk show sangat bermanfaat untuk memberikan pencerahan sebagai salah satu upaya pencegahan kanker serviks. Apalagi kasus kanker serviks dari tahun ke tahun terus meningkat.

Kegiatan itu, lanjutnya, wujud kepedulian RSUD Tjitrowardojo untuk menekan kasus kanker serviks. Data kunjungan pasien dengan diagnosa kanker mulut rahim di RSUD Tjitrowardojo pada 2015 sebanyak 56 pasien baik rawat jalan maupun inap.

69
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>