Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Kreasi kuliner di Semarang memang tidak ada habisnya dan terus bermunculan. Bahkan kreasi itu muncul pada makanan Pempek.

Makanan khas Palembang ini, ditangan Ester pemilik kedai Pempek Kantin Linda, pempek disulapnya menjadi ukuran jumbo yang dinamakan Pempek Beranak

“Jadi inovasi ini berawal dari anakku  tidak suka makan daging tapi malah suka sayur jadi saya coba kreasikan pempek yang biasanya isi daging ikan saya kasih sayur agar anaku mau,” ujarnya kepada semarangpedia.com. (29/3)

Dari situlah terbesit di pikiran dia untuk mengkreasikan pempek sayurnya dijadikan makanan unik dan berbeda. Akhirnya melihat trend beranak itulah dibuatlah Pempek Beranak ukuran diameter 4 cm hingga sang anaknya pun suka.

“Pada Februari 2017 kita coba tawarkan ke sesama anggota KS dan responya baik, akhirnya pas momen event ini sekalian launching,” ujar wanita yang menggeluti usah pempek sajak 2009.

Menurutnya, untuk komposisi pembuatan pempek beranak sendiri, hampir sama dengan olahan pada umumya pempek.

Namun, lanjutnya, yang membedakan adalah bahan dasar ikannya diambil langsung dari Palembang dan cuka gula aren dari Lubuk Linggau serta isian anakan pempek didalamnya.

“Pempek beranak ini berisi 10 pempek anakan yang terbagi menjadi dua telur puyuh, dua pempek wortel, dua pempek sayur dan sisanya pempek buah naga dan pempek item dari serbuk arang dan tinta cumi,” tuturnya.

Benar saja Pempek Beranak yang disajikan dengan mie kuning dan acar dalam satu mangkok ini terbilang jumbo mengenyangkan.

Sensasi anakan pempek yang ketika dibelah keluar menggiurkan mulut. Terlebih kenyal dan gurih pempeknya yang dipadukan dengan cuka pedas manis dari gula aren membuat lidah dan mulut tak berhenti untuk mengunyah.

Harga yang ditawarkan cukup sebanding dengan sensasi kenyangnya. Seporsi dibandrol Rp 40.000.

“Inovasi sebelumnya juga ada  halal fest tahun lalu dengan Pempek Kurma dan Pempek lain pun juga ada dan beragam dari Kapal Selam, Crispy, Rainbow, Mawar, Mie Celor Es Kacang Merah,” ujar wanita yang telah dua tahun bergabung Komunitas Kuliner Semarang.

Menurut Ester, selama tiga hari mengikuti event kuliner  Festival Makanan Kuliner Semarang dari dibuka 27 Maret 2017 di Area Parkir Sri Ratu Pemuda animo pembeli pempeknya  bagus.

“Saya baru dua kali ikut event. Hari kedua sendiri untuk pempek beranak sold out 40 porsi dari jam 10.00 WIB hingga 21.00 WIB dan diharpkan tren berlanjut sampai selesai event kedua April 2017,” ujarnya. (RS)

432
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>