Sebarkan berita ini:

PEMALANG[SemarangPedia]  – Kasus Konser Dangdut yang digelar di Tegal terus bergulir pasca Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo (WES) resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Wasmad kini harus menjalani proses hukum lebih lanjut sebelum akhirnya akan ditahan.

“Sabar ini sudah penetapan tersangka, nanti kita periksa berproses tahapan lebih lanjut yang akan dilaksanakan oleh penyidik,” ujara Kapolda Jateng, Irjen Polisi Ahmad Luthfi saat kunjungan di Polres Pemalang, Selasa (29/9).

Saat disinggung terkait kemungkinan adanya tersangka lain, Kapolda belum dapat memastikan karena menunggu hasil pengembangan.

“Untuk sementara belum, hasil pengembangan belum. Nanti perkembangan atas pertimbangan penyidik yang akan kita kembangkan lebih lanjut,” tuturnya.

Kapolda meminta seluruh jajaran di 35 kabupaten/kota untuk dapat menegakan hukum yang sama jika terdapat kasus serupa.

“Dari seluruh Kapolres dari 35 Polres jajaran sudah kita perintahkan untuk menegakan hukum yang sama,” ujar Luthfi.

Sementara itu, ditempat yang berbeda Kabid Humas Polda Jateng Iskandar Fitriana Sutrisna mengatakan total sebanyak 19 saksi telah diperiksa. Dari jumlah itu, 3 di antaranya merupakan saksi ahli pidana, kesehatan dan ahli bahasa.

“Saksi lain dari sipil maupun anggota sudah kami periksa berjumlah 16 orang. Bahkan 5 orang di antaranya dari anggota Polri. Beberapa barang bukti sudah kami sita yaitu surat keterangan, surat-surat yang diajukan dari awal dan setelah ada pencabutan dari Polsek itu juga menjadi barang bukti, ” tutur Iskandar Fitriana Sutisna saat Konferensi Pers di depan Loby Lantai 1 Mapolda Jateng, Selasa (29/9).

Menurutmya, dalam pengajuan ijin hajatan, tersangka tidak menyebutkan adanya panggung hiburan dan musik. Setelah Polsek mengetahui kegiatan itu menyelenggarakan dangdutan yang cukup besar maka ijin tersebut dicabut oleh Polsek. Tetapi hal ini tidak dihiraukan oleh penyelenggara dan tetap melaksanakan kegiatan.

Dengan demikian, lanjutnya, dari penyidik Polda Jateng dan Polres Tegal Kota tidak pandang buluh kepada siapapun untuk yang melanggar protokol kesehatan, sehingga tersangka dijerat 2 pasal yaitu pasal 93 UU No 6 tentang kesehatan dan pasal 216 KUHP. (RS)

6
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>