Sebarkan berita ini:

3-kapoldaSEMARANG[SemarangPedia] – Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menginstruksikan semua kapolres di wilayahnya untuk menerapkan siaga 1 (satu), sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak dari aksi demo besar-besaran yang akan digelar di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat 4 November 2016.

Penerapan siaga 1 di wilayah Polda Jateng mulai diberlakukan hari ini Kamis (3/11) hingga Sabtu (5/11). Aparat kepolisian akan menjaga ketat terutama di lokasi yang akan digunakan untuk aksi dan tempat-tempat ibadah.

“Penjagaan ketat dilakukan, terutama di enam wilayah yang akan menggelar aksi meliputi Solo, Karanganyar, Pekalongan, Pati, Magelang, dan Semarang,” ujarnya sesuai memimpin apel siaga di Mapolda Jateng, di Semarang, Kamis (3/11).

Dalam pengamanan aksi unjukrasa, Condro melarang keras anggotanya untuk menggunakan peluru tajam saat pengamanan. Namun, akan mengedepankan persuasif dan melibatkan polwan untuk bisa melakukan pendekatan di garis depan.

”Penanganan persuasif, tidak akan menngunakan peluru tajam. Saat apel, komandan akan memeriksa dan mengecek senjata pasukan masing-masing. Pengamanan itu juga akan melibatkan polwan,” tuturnya.

Sebelumnya, Jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng telah menyampaikan sikap dan menghimbau ormas Islam di porovinsi ini agar tidak ikutserta dalam aksi demo yang akan digelar di Istana Merdeka pada 4 November mendatang di Jakarta.

3-apel-siagaUpaya untuk meredam aksi demo besar itu, jajaran pengurus MUI Jawa Tengah mendatangi Mapolda Jateng untuk menyampaikan sikap dan himbauan terkait aksi ormas Islam yang hendak melakukan aksi di Istana Negara, Selasa lalu.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah Ali Mufiz  menghimbau Ormas Islam Jawa Tengah untuk tidak ikut dalam aksi tersebut, MUI Jawa Tengah juga menyampaikan surat pernyataan untuk Kapolri terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, tidak sampai meluas hingga menggangu harmonisasi hubungan antar Agama dan antar masyarakat, mengingat kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok sudah ditangani Aparat Kepolisian.

“Kita mengingatkan buat warga Jateng tidak perlu berangkat ke Jakarta, Apa yang sudah di sampaikan MUI Jawa Tengah proses hukum kita percayakan kepada Pihak Kepolisian terkait kasus penistaan Agama yang dilakukan Ahok,” tuturnya. (HN/RS)

158
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>