Sebarkan berita ini:

01 (1)SEMARANG [SemarangPedia] – Berbicara tentang musik keroncong musik khas Indonesia yang memiliki alunan musik nan indah dengan lirik yang santun. Namun sayangnya, pada era modern sekarang ini, eksistensi musik keroncong di Indonesia mulai tergerus oleh kepopuleran musik modern yang banyak berasal dari Barat.

Beda dengan sekumpulan pemuda yang mendeklarasikan dirinya sebagai Orkes Kerontjong Karimoeni jutru sangat mengandrungi musik krontjong.

Doby Hendyanto yang didaulat panglima Orkes Kerontjong Karimoeni yang akrab disapa Doby, menyatakan, Karimoeni terbentuk dadri musik pelayanan GKJ Krapyak. “Berawal memang dari setiap hari minggu pertama di GKJ Krapyak yang ibadahnya meggunakan iringan musik keroncong, para jamaah gereja pun jika mempunyai hajatan mulai mengundang kita untuk pengisi acaranya”, ungkap Doby kepada semarangpedia.com, Jumat (21/4).

Karimoeni atau yang dibahasa Indonesia “Kari” berasal dari kata “Asal” sedangkan “Moeni” dari kata “Bunyi” jika digabungkan menjadi “Asal Bunyi”. “Membuktikan bahwa Karimoeni ini sekumpulan anak muda asal semarang masih melestarikan musik keroncong yang tergolong musik jadoel”, katanya.
01.Cover email
“Kelompok musik keroncong yang saya manageri ini beranggotakan pemuda Semarang banyak membawakan lagu-lagu keroncong asli, seperti Langgam, Stambul, dan musik modern yang diaransemen ulang menjadi musik keroncong”, paparnya.

Doby menambahkan, semua musik bisa diformatkan ke keroncong asalkan iramanya ada di 4/4. ”Semua musik bisa kami formatkan ke keroncong. Jadi seperti jazz, lagu-lagu Barat bisa kita masukkan ke keroncong asalkan iramanya ada di 4 per 4,” paparnya.

Karimoeni digawangi oleh 11 pemain yang terdiri atas 4 vokal dan 7 pemain musik yang berusia 20 hingga 51 tahun. Vokal Karimoeni diisi oleh Yhogi Widiatmoko, Kristanto Adiwibowo, Wahyu Putri Sari, Anggi dan Brigitta Chandra. Sedangkan untuk pemain musiknya terdiri atas Semar Maryadi Sucipto (biola), Bambang Witono (gitar), Edho Damasakti (cak), Rudy (cuk), Vicky (cello), Pracoyo Nugroho Adi (bass) dulunya sempat bernama Kerontjong Jadoel ini terbentuk sejak 25 Desember 2011 hingga sekarang.

Karimoeni sudah melanglang buana hingga ke berbagai kota di Indonesia. Mulai dari mengisi acara komunitas, acara halalbihalal, manggung di acara pernikahan yang suvenir pernikahannya adalah CD berisikan lagu-lagu yang diaransemen Karimoeni, berkolaborasi dengan musisi ternama seperti Ira Swara, Viky Sianipar, Joddie (Super bejo) dan masih banyak pengalaman bermusik keroncong lainnya.

Selain ajang berkumpul dengan teman-teman yang sama-sama pecinta musik keroncong, Karimoeni senang dapat menghibur banyak orang lewat musik keroncong yang dibawakannya.

”Karena jika orang terhibur dengan musik yang kami bawakan, maka disitulah letak visi dan misi yang Karimoeni”, ucap Doby.

Menurutnya, ketika seseorang mendengarkan lantunan musik keroncong serta bissa menikmati bait demi bait lagu maka bisa mengingatkan memori yang sedang terjadi pada dahulu kala.

“Hari kamis malam pukul 19.00 di basecamp-nya Jalan Karonsih Selatan V No 518 Semarang merupakan hari untuk latihan nuat Orkes Karimoeni”, tuturnya.

Arti musik keroncong bagi Karimoeni adalah tempat untuk belajar, untuk mengetahui dan memahami bahwa keroncong itu luar biasa dalam segi musik dan liriknya. Lirik lagu keroncong itu bahasanya santun. Di situ, kita belajar bahwa musik keroncong yang dulu itu dibuat sangat serius dan penataan konsep aransemennya luar biasa.

Maka dari itu, lanjut dia, Karimoeni juga mewadahi siapa saja yang ingin belajar dan melestarikan musik keroncong. ”Siapa saja yang punya talenta musik boleh bergabung, langsung saja datang ke basecamp nanti kita main musik bareng. Ayo kita melestarikan musik keroncong bersama-sama. Kalau bukan kita yang melestarikan musik keroncong, siapa lagi,” ajak Doby.

Selain berharap dapat terus menyemangati dan menghibur orang-orang sesuai dengan konsep pelayanan, Karimoeni juga berharap dapat terus melestarikan dan nguri-uri musik keroncong ke masyarakat luas, terutama bagi anak muda yang sekarang sudah banyak yang tidak tahu akan musik keroncong.

”Harapannya musik keroncong bisa diterima dan bisa diperdengarkan kembali dan menjadi idola pada saat di eranya, baik di tempat-tempat umum, seperti tempat tongkrongan.

Orkes Keroncong yang memiliki akun Twitter @ok_karimoeni beranggapan, bahwa bukannya tidak menghargai musik lain, tapi kita ada di tanah Jawa di Indonesia yang punya musik keroncong, punya warisan hebat luar biasa. Mari kita menjaga dan melestarikannya bersama agar tidak punah.

281
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>