Sebarkan berita ini:
Logo HUT Kota Semarang  Ke-469  Karya Ibnu Pramudya
Logo HUT Kota Semarang Ke-469 Karya Ibnu Pramudya

Semarang [SemarangPedia] – Ibnu Pramudya pemenang lomba desain logo yang digelar oleh Forum Wartawan kota (Forwakot) Semarang  dalam rangka HUT Kota Semarang ke-469.

Ketua Panitia Tutuk Carito menyampaikan setelah berdikusi dengan panitia lomba serta wali kota semarang, Senin (28/3) yang lalu. Menurutnya, karya ini dipilih oleh juri utama yakni Walikota Semarang Hendrar Prihadi pada sesi penilaian terakhir.

“Ibnu berhasil mengalahkan 377 karya lain yang dikirimkan oleh peserta dari berbagai daerah tidak hanya dari Semarang namun juga dari Madiun, Bekasi, Jogja dan Surabaya,” terangnya.

Dijelaskan, sejak tahap penjurian awal, karya Ibnu warga Boja Kendal ini memang cukup menonjol. Usai dilakukan penilaian di 50 besar, dewan juri yang terdiri dari Ketua DPRD Supriyadi, praktisi desan Adammuda dan Ketua Forum Wartawan Kota (Forwakot) Lanang Wibisono, diperas lagi menjadi 20 besar.

Selanjutnya, juri kehormatan Walikota Semarang memilih satu di antara puluhan logo yang sudah masuk babak final. Dengan demikian, Ibnu berhak mendapatkan hadiah utama uang tunai sebesar Rp5 juta serta piagam penghargaan.

“Secara simbolis, hadiah akan kami sampaikan dalam upacara puncak HUT 2 Mei mendatang. Dan secara resmi, logo akan digunakan dalam setiap perhelatan dan rangkaian even ulang tahun kota ini,” tukasnya.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengakui logo ini cukup menonjol. Jalinan angka 4, 6 dan 9 dapat menunjukkan semangat bekerja demi mewujudkan Semarang hebat.

“Ini sangat cocok dengan tema HUT tahun ini yakni Bulatkan Tekad Semarang Hebat dimana memang sumbangan dari masyarakat salah satunya hasil lomba logo ini, memang sangat kami nantikan. Jadi pemerintah tidak bekerja sendiri dalam hal ini,” tuturnya.

Adapun dalam deskripsi karyanya, Ibnu menjelaskan jika angka 469 disusun oleh dua buah tali yang bermakna mempererat tali persaudaraandan silaturahmi seluruh warga kota. Adapun gradasi warna menunjukkan tidak adanya pembeda baik dari warna kulit, agama ataupun suku dan ras warganya.

“Adapun konsep melengkung member keesan modern, keren dan inspiratif,” ungkapnya.(Ari)

215
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>